Atasi Sampah Sungai Kali Tebu, Pemkot Surabaya Terjun Langsung Tekan Pencemaran

surabayapagi.com
Penampakan tumpukan sampah di Sungai Kali Tebu Surabaya.  SP/ SBY

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti kepungan sampah plastik, kaleng, sampai rumah tangga terperangkap di trash boom Sungai Kali Tebu yang saat ini sampah di Surabaya mencapai sekitar 1.800 ton per hari mulai menjadi sorotan dan sedang ditangani. Masalah sampah ini tidak hanya ditangani Pemerintah Kota saja, kementerian juga turut mengatasi.

Petugas kebersihan di Sungai Kali Tebu melakukan proses pengelolaan sampah. Pertama, mengangkut sampah dari sungai ke daratan untuk dimasukkan ke dalam karung, lalu didiamkan sebentar sampai setengah kering. Kemudian sampah ditimbang dan diangkut ke bak mobil.

Baca juga: Jalankan Program Perlinsos Digital, Pemkot Surabaya Bakal Libatkan 12 Ribu Agen

Sementara itu, Surabaya dipilih sebagai pilot projek program yang berkolaborasi dengan Pemerintah Norwegia untuk menekan pencemaran sampah plastik di sungai sebelum bermuara ke laut dengan mengupayakan projek Mission for Zero Plastic Leakage (The Mozaik Project) atau program mencegah kebocoran sampah sampai ke laut.

"Kami memasang satu pencegat sampah di sungai supaya tidak masuk ke laut. Setelah dipasang pencegat ini, kami setiap hari melakukan pengangkatan sampah dan setelah sampah yang diangkat kami keringkan dulu kemudian ditimbang dihitung berapa berat total yang bisa diangkat pada hari ini," jelas Ketua Ecoton Daru Setyorini, Minggu (07/06/2026).

Baca juga: Melalui Cek In Warga, Pemkot Surabaya Perketat Validasi Domisili SPMB

Kemudian sampah dibawa ke TPS 3R untuk melewati proses pemilahan, sampah organik akan diproses menjadi pupuk kompos dan sampah anorganik yang masih bernilai akan dijual. "Sedangkan yang residu nanti akan dibawa oleh truk pengangkut sampah DLH (Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Benowo," ujarnya.

Plt Kepala DLH Surabaya M. Fikser mengatakan, program tersebut sudah berjalan di Kali Tebu dan Kali Merutu untuk mengurangi pencemaran plastik di aliran sungai. Menurutnya, masyarakat sekitar merasakan dampak program tersebut karena juga turut terlibat menangani sampah. Sampah yang berhasil dikumpulkan tidak langsung dibuang, melainkan dipilah, disortir, dan dikemas untuk dijual kembali.

Baca juga: Dishub Bakal Perbaiki Layanan Kinerja Transportasi Publik Suroboyo Bus dan Wira-Wiri

Sehingga, untuk mempercepat pengurangan sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir, pemerintah pusat juga menunjuk Surabaya sebagai salah satu lokasi pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik. Lahan seluas 5,8 hektare telah disiapkan di kawasan Sumberrejo dan saat ini tengah menjalani proses survei. sb-05/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru