Perdana Tahun Ini, Indahnya Fenomena Gunung Bromo Berselimut Salju

surabayapagi.com
Penampakan salju embun upas selimuti kawasan lautan pasir Gunung Bromo perdana di tahun 2026. SP/ PRB

Perdana Tahun Ini, Indahnya Fenomena Gunung Bromo Berselimut Salju

 

Baca juga: Pemkot Surabaya Ambil Langkah Tegas Pecat Raka Jatim yang Minta Pacar Aborsi


Caption: SP/ PRB

Penampakan salju embun upas selimuti kawasan lautan pasir Gunung Bromo perdana di tahun 2026.

 


SURABAYAPAGI, Probolinggo - Para pecinta Gunung Bromo takjub melihat pesona alam yang unik pada awal musim kemarau tahun ini. Pasalnya, ditengah musim kemarau justru kawasan Gunung Bromo diselimuti fenomena embun upas atau embun beku untuk pertama kalinya sepanjang tahun 2026 terlihat menyelimuti area di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). 

Baca juga: Musim Kemarau, Dam Jejeruk Magetan Jadi Hidden Gem Gratis Bernuansa Alam

Lapisan kristal es berwarna putih tersebut menutupi vegetasi seperti rerumputan dan dedaunan, hingga hamparan luas lautan pasir di sekitar kaldera Bromo lantaran suhu udara yang merosot tajam hingga menyentuh angka di bawah 5 derajat Celsius pada dini hari, Selasa (09/06/2026).

Kondisi ini menyebabkan embun yang terbentuk sepanjang malam membeku dan menghasilkan lapisan putih yang sekilas menyerupai salju di negara empat musim. Kemunculan embun upas langsung menarik perhatian wisatawan yang telah berada di lokasi sejak sebelum fajar. 

Banyak pengunjung memanfaatkan momen langka tersebut untuk berfoto sekaligus menikmati udara dingin yang jarang ditemui di negara beriklim tropis seperti Indonesia. Bahkan, sejumlah wisatawan tampak berjalan di atas rerumputan dan lautan pasir yang masih tertutup lapisan embun beku tipis.

Baca juga: Tarif Jip Terancam Naik, Pasca Akses Jemplang Ditutup Imbas Kebakaran Bromo

Fenomena embun upas sendiri merupakan kejadian tahunan yang lazim terjadi di kawasan Bromo dan Semeru saat puncak musim kemarau. Namun, intensitas dan waktu kemunculannya sangat bergantung pada kondisi cuaca serta suhu udara pada malam hingga dini hari.

Bagi wisatawan yang ingin berburu fenomena ini, disarankan datang sebelum matahari terbit dan mempersiapkan perlengkapan penghangat tubuh seperti jaket tebal, sarung tangan, serta penutup kepala. Dan dengan kondisi cuaca yang mendukung, pengunjung berkesempatan menikmati pemandangan hamparan kristal es putih yang membuat lanskap Bromo tampak bak berselimut salju di tengah iklim tropis Indonesia. pr-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru