Meraih predikat Haji Mabrur, apa cukup diperoleh setelah pulang haji?
Semula, saya mengklaim seperti itu. Lama lama setelah menelaah dengan kehidupan dunia lima tahun sepulang berhaji, saya tak percaya 100%. Predikat Haji Mabrur, menurut saya, memerlukan proses panjang. Ini pengalaman spiritual saya yang bebas dari perdebatan . Sebab perdebatan soal predikat Haji Mabrur merugikan.
Baca juga: Pemberangkatan Haji Hari ke-8, 9.111 Jemaah Embarkasi Surabaya Telah Tiba di Tanah Suci
Kini saya sadar bahwa predikat Haji Mabrur adalah gelar kehormatan dan tanda diterimanya ibadah haji oleh Allah SWT, setiba di tanah air. Ya, balasannya adalah surga.
Jadi, sifatnya adalah hak prerogatif Allah SWT.
Bagi saya, kemabruran seseorang dapat terlihat dari perubahan sikap, perilaku, dan ibadahnya yang menjadi jauh lebih baik sepulang dari Tanah Suci.
Maklum, haji mabrur adalah predikat tertinggi ibadah haji, yaitu haji yang diterima oleh Allah SWT karena dilakukan dengan ikhlas, sesuai tuntunan syariat, dan bersih dari maksiat.
Saya percaya, predikat Haji Mabrur dinilai setelah pulang haji. Gelar ini bukanlah status otomatis yang didapat begitu ibadah selesai di Tanah Suci, melainkan predikat dari Allah SWT yang ditandai dengan konsistensi perubahan perilaku dan amal ibadah kita. Apa sepulang haji, kita lebih baik dalam kehidupan sehari-hari atau tidak.
Menurut para ulama, kemabruran ibadah haji seseorang dapat dilihat dari tanda-tanda
Baca juga: Berhaji, Umrah Berkali-kali
Peningkatan Ibadah. Ibadah wajib dan sunah semakin rajin, serta amal kebaikan (seperti sedekah) semakin ditingkatkan.
Semakin dermawan yaitu senang memberi makan/membantu sesama, gemar menyebarkan keselamatan, dan memiliki tutur kata yang lebih santun.
Tidak lagi membiasakan diri melakukan dosa dan mampu menjaga lisannya dari menyebarkan aib atau memfitnah.
Dan menjadi lebih tidak terobsesi dengan urusan dunia dan lebih mempersiapkan bekal untuk akhirat.
Baca juga: Bandara Dhoho akan Digunakan Pemberangkatan Jemaah Haji
Jadi, seseorang yang hajinya diterima akan menunjukkan peningkatan perilaku, kelembutan, dan kedermawaan kepada sesama.
Termasuk menyingkirkan kebiasaan buruk yang menyakiti perasaan orang lain.
Semoga, Anda semakin taat dan rajin beribadah sekembalinya di tanah air. Aamin. (dnaputri@gmail.com)
Editor : Redaksi