SurabayaPagi, Surabaya – PT Asia Pramulia Tbk mencatat pertumbuhan kinerja pada awal 2026 di tengah prospek positif industri kemasan plastik nasional yang ditopang peningkatan konsumsi sektor makanan dan minuman.
Hingga kuartal I-2026, emiten kemasan plastik tersebut membukukan pendapatan sebesar Rp78,29 miliar atau tumbuh 27,43 persen secara tahunan (year-on-year).
Laba tahun berjalan tercatat Rp3,03 miliar, mencerminkan perbaikan kinerja operasional seiring meningkatnya permintaan pasar.
Kinerja tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Surabaya.
Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui laporan tahunan dan laporan keuangan perseroan yang telah diaudit, sekaligus memberikan pembebasan tanggung jawab kepada direksi dan dewan komisaris atas kinerja tahun buku 2025.
Pada agenda pembagian laba, perseroan menetapkan penggunaan laba bersih sebesar Rp8,75 miliar, dengan alokasi Rp1,75 miliar sebagai dividen tunai, Rp4,06 miliar untuk dana cadangan, serta Rp2,94 miliar sebagai laba ditahan guna mendukung ekspansi usaha.
Selain itu, melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), perseroan menyetujui perubahan penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) tahun 2025.
Langkah ini dilakukan untuk menyesuaikan strategi bisnis dan memperkuat pengembangan usaha ke depan.
Dari sisi industri, permintaan kemasan plastik diperkirakan terus meningkat, terutama dari segmen air minum dalam kemasan (AMDK) dan minyak goreng yang menjadi kontributor utama pertumbuhan.
Tren ini sejalan dengan peningkatan konsumsi domestik dan pertumbuhan sektor fast moving consumer goods (FMCG).
Manajemen menyatakan akan memanfaatkan peluang tersebut melalui rencana investasi penambahan mesin produksi pada 2026.
Ekspansi kapasitas ini diharapkan dapat meningkatkan volume produksi, efisiensi operasional, serta memperluas pangsa pasar perseroan di tengah persaingan industri.
Direktur Utama PT Asia Pramulia Tbk, Ricky Winoto, mengatakan perseroan akan fokus pada penguatan fundamental bisnis, termasuk peningkatan kualitas produk dan efisiensi biaya.
“Kami melihat peluang pertumbuhan masih terbuka, terutama dari sektor konsumsi. Perseroan akan menjaga efisiensi dan memperkuat hubungan dengan pelanggan untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan,” ujarnya.
Dengan strategi tersebut, perseroan optimistis dapat mempertahankan tren pertumbuhan kinerja sekaligus meningkatkan daya saing di industri kemasan plastik nasional yang semakin kompetitif.
Editor : Redaksi