SURABAYAPAGI.com, Malang - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang baru-baru ini mengungkap adanya penemuan sebuah batu besar di tanah kas desa kawasan Desa Watugede, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, diduga merupakan batu bersejarah di zamannya. Salah satu terindikasi merupakan watu dakon sebagai rujukan menentukan waktu tanam, yang terbentuk akibat aktivitas vulkanik purba Gunung Arjuna purba.
Keberadaan batu tersebut juga pernah dicatat sebagai punden desa setempat. Nantinya batu akan dibiarkan berada di lokasi, karena menjadi bagian dari kekayaaan sejarah desa setempat. Selain batu batolit, satu struktur batu lain yang sangat mirip dan diyakini sebagai watu dakon. Watu dakon adalah batu yang biasanya dijadikan rujukan di era megalitikum saat musim tanam.
"Hasil identifikasi batu tersebut peninggalan era megalithic. Tidak bisa dipindahkan. Karena situs dan menjadi kekayaan sejarah desa setempat. Lokasinya berada di tanah kas desa, dekat area persawahan, ujar Pamong Budaya Ahli Muda Disparbud Malang Yossy Indra Hardyanto, Minggu (14/06/2026).
Dan diyakini era megalithic, hal ini diindikasikan karena adanya ceruk di batu. Ceruk yang ada di batu berjumlah 6 titik. Sehingga bisa diidentifikasi sebagai watu dakon," imbuhnya.
Menurut Yossy, watu dakon biasanya digunakan untuk menentukan masa hitung tanam di area pertanian, termasuk memastikan waktu panen. Meski demikian, seluruh temuan masih memerlukan kajian ilmiah lebih lanjut untuk memastikan asal-usul, usia, serta keterkaitannya dengan sejarah dan geologi kawasan Singosari. ml-02/dsy
Editor : Redaksi