Siagakan Genset, Dishub Surabaya Pastikan Traffic Light Nyala saat Listrik Padam

surabayapagi.com
Penampakan beberapa perkampungan warga di Surabaya sekitar wilayah selatan yang padam. SP/ Kompas.com

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti pemadaman listrik bergilir, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Perhubungan telah mengaktifkan genset untuk memastikan sejumlah traffic light tetap menyala. Dari delapan titik yang sore ini masih terdampak listrik padam, 5 di antaranya dinyalakan menggunakan genset. Sementara tiga lainnya disiagakan petugas untuk pengaturan manual.

“Bratang – Semolowaru, Adityawarman – Indragiri KPU, Pahlawan – Tembaan, Jagalan – Kalianyar, Tegalsari – Kedungsari, A.yani-Dolog, Babatan Unesa, dan Mastrip – Karangpilang,” jelas Abi Dwi Septianto Katimja Penyediaan Perlengkapan Jalan Dishub Kota Surabaya, Minggu (21/06/2026).

Baca juga: Dishub Bakal Perbaiki Layanan Kinerja Transportasi Publik Suroboyo Bus dan Wira-Wiri

Sehingga, minimnya penerangan membuat pengendara lebih berhati-hati saat melintas, terutama di ruas jalan yang berlubang atau bergelombang. Oleh karenanya, pihaknya juga turut memastikan ketika traffic light padam, langsung berkoordinasi ke kantor PLN terdekat sesuai wilayah. “Pasti langsung dijelaskan itu program pemadaman dari PLN,” tegas Trio Wahyu Bowo Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya.

Baca juga: Dishub Surabaya Laporkan Dugaan Pencurian Tiang Rambu Parkir di Depan Satpas Colombo

Diberitakan sebelumnya, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur mengakui kebijakan pemadaman listrik bergilir yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur selama dua pekan terakhir, dipengaruhi oleh penurunan kapasitas suplai.

Baca juga: Tak Dukung Digitalisasi Parkir, Dishub Catat 600 Jukir di Surabaya Dibekukan

Dana Puspita Sari Manajer Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Jatim mengatakan, penurunan pasokan suplai itu berdampak ke sektor pembangkitan listrik. Sehingga, pemadaman terpaksa dilakukan karena volume pasokan daya yang mengalir masuk ke wilayah Jatim mengalami penurunan secara signifikan. Menurutnya, penurunan ada di bawah lima persen. sb-02/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru