SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Musim panen padi yang seharusnya menguntungkan dan berlimpah justru petani di Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, tengah was-was lantaran harus menghadapi berbagai ancaman yang berpotensi menurunkan hasil produksi pertanian. Selain serangan hama tikus, sebagian lahan pertanian di wilayah pesisir juga terancam banjir rob.
Diketahui, wabah hama tikus tersebut sudah menyerang sejumlah petani sejak tiga bulan terakhir. Ditambah dengan lahan pertanian di wilayah pesisir juga terancam banjir rob karena air laut rawan meluap ke area persawahan, telah menimbulkan kerugian cukup besar bagi petani. Tikus menyerang berbagai jenis tanaman. Terutama padi dan jagung, sehingga hasil panen menurun signifikan.
Baca juga: Tambah Gudang Penyimpanan, Serapan Gabah di Tulungagung Capai 57 Ribu Ton
“Serangan tikus sudah terjadi sekitar tiga bulan terakhir. Dampaknya hasil panen petani berkurang hingga sekitar 50 persen dari biasanya,” ujar Kepala Desa Tongas Wetan Kasan Nurhadi, Senin (22/06/2026).
Baca juga: BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob Tertinggi di Surabaya Terjadi Sampai 18 Juni
Meski berbagai upaya pengendalian telah dilakukan petani, namun hasilnya belum mampu menekan populasi hama secara maksimal. “Kami sudah mencoba berbagai cara untuk mengendalikan tikus, tetapi belum berhasil. Tanaman padi juga mendapat serangan hama wereng,” kata Kasan.
Baca juga: Petani di Jember Merugi Gagal Panen, Puluhan Hektare Jagung dan Padi Ludes Diserang Tikus
masuknya air laut ke lahan pertanian dipicu tingginya gelombang yang melebihi tanggul penahan. Selain itu, terdapat beberapa titik celah pada tanggul yang menjadi jalur masuk air ke area persawahan. Sedangkan terkait permasalahan hama tikus yang dikeluhkan petani, pihaknya berencana berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo. Agar penanganan dapat dilakukan secara lebih optimal dan terintegrasi. “Karena penyediaan sarana, prasarana, maupun program penanganannya berada di sana,” ujarnya. pr-02/dsy
Editor : Redaksi