SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Dalam rangka meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran coding dan robotika sebagai bekal menghadapi tantangan pendidikan di era digital, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Probolinggo terus mendorong transformasi digital pendidikan melalui Workshop Guru Mengajar berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts and Mathematics), yang diikuti 20 guru, terdiri atas 10 guru Sekolah Dasar (SD) dan 10 guru Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Selama pelatihan, para guru mendapatkan pelatihan intensif mengenai pemrograman visual menggunakan Scratch, integrasi Scratch dengan LEGO WeDo hingga pembuatan media pembelajaran interaktif berbasis robotika, dengan mempraktekkan langsung penyusunan logika pemrograman, perakitan robot sederhana, pemasangan sensor serta pengembangan game interaktif yang dikendalikan menggunakan perangkat robotik.
Metode pembelajaran berbasis STEAM tersebut dirancang untuk meningkatkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, kolaborasi dan pemecahan masalah. Pasalnya, peningkatan kualitas pendidikan harus dimulai dari peningkatan kompetensi guru agar mampu mengikuti perkembangan teknologi.
“Peningkatan mutu pendidikan harus dimulai dari guru yang terus belajar, beradaptasi dan berinovasi. Melalui workshop ini kami ingin menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif, menyenangkan serta relevan dengan kebutuhan peserta didik di era digital,” jelas Kepala Dispersip Kabupaten Probolinggo Ulfiningtya, Senin (20/07/2026).
Menurut Ulfi, coding dan robotika bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi menjadi media pembelajaran yang mampu membangun kemampuan berpikir logis, kreativitas dan kolaborasi siswa sejak dini. Pihaknya berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing dengan mengimplementasikan pembelajaran berbasis robotika serta membagikan pengalaman kepada guru lainnya. pr-03/dsy
Editor : Redaksi