SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menyikapi fenomena potensi genangan di sejumlah titik lantaran diterjang hujan deras hingga menyebabkan banjir mencapai 30-40 sentimeter atau sekitar setengah tinggi ban mobil, saat ini Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya tengah mengoptimalkan operasional rumah pompa untuk mempercepat pembuangan air.
Selain itu, petugas lapangan juga diterjunkan untuk memeriksa kondisi saluran drainase dan memastikan tidak ada sumbatan yang menghambat aliran air, pasca mendapat laporan genangan datang dari berbagai kawasan, di antaranya Simo Kalangan, bawah Tol Banyu Urip, Ngagel Jaya, Keputih, Jalan Lidah Wetan, Jalan Mayjen Jonosewojo, Jalan Bung Tomo, hingga Semampir.
Baca juga: Pemkot Surabaya Tuntaskan 440 Titik Genangan, Bidik 120 Lokasi pada 2026
“Kami juga mengecek kemungkinan adanya saluran yang tersumbat agar penanganan bisa lebih cepat,” ujar Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Adi Gunita, Senin (22/06/2026).
Baca juga: Atasi Genangan Kawasan Margomulyo, Pemkot Surabaya Siapkan Mini Bozem di Exit Tol
Untuk mengurangi dampak banjir, Pemkot Surabaya tahun ini telah membangun tampungan air yang terhubung dengan Bozem Simo. Selain itu, DSDABM juga menyiapkan sejumlah pekerjaan lanjutan, termasuk pembangunan bozem dan pelebaran long storage di kawasan Simomulyo.
Baca juga: Wakil Ketua DPRD Surabaya Minta Percepatan Penuntasan Rumah Pompa
Selain itu, penanganan genangan juga dilakukan melalui koordinasi dengan camat dan lurah guna memperbarui kondisi lapangan secara berkala. Pemantauan terus dilakukan seiring masuknya laporan masyarakat dari berbagai wilayah. Dan hingga Senin pagi, DSDABM masih memfokuskan pemantauan di kawasan Simo, Banyu Urip, dan Nginden yang menjadi titik dengan genangan relatif tinggi. Petugas tetap bersiaga untuk mempercepat surutnya genangan apabila hujan kembali turun. sb-05/dsy
Editor : Redaksi