SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Dalam upaya mengatasi banjir di beberapa titik di Surabaya, keberadaan rumah pompa ini dinilai efektif dalam mengatur laju deras arus banjir. Maka dari itu Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah meminta agar Pemkot Surabaya mempercepat penuntasan rumah pompa di seluruh wilayah di Surabaya.
Salah satu keberadaan rumah pompa di Gunung Anyar. Proyek penanggulangan banjir di wilayah ini belum tuntas. "Kami meminta Pemkot menuntaskan semua Rumah Pompa sebelum puncak musim hujan terjadi. Ini belum Januari. Rumah Pompa Gunung Anyar harus dipercepat dengan tetap memprioritaskan kualitas proyek. Banjir ini urusannya dengan umat," ungkap Laila Mufidah.
Banjir yang terjadi di Gunung Anyar dan sekitarnya kemarin diakui memang karena curah hujan tinggi dan air laut pasang. Namun dengan optimalnya seluruh saluran yang terkoneksi satu sama lain, normalisasi saluran, dan rumah pompa, dampak banjir bisa diminimalisasi.
Tidak sampai masuk rumah dan banjir cepat surut. Semua terkait proyek banjir harus dikerjakan menyeluruh dan tuntas. Anggaran Rp 1,1 triliun khusus untuk penanggulangan banjir 2026 harus bisa membuat nyaman warga. Tidak cemas saat hujan deras mengguyur.
Laila memahami keinginan warga agar setiap wilayah mereka tidak banjir. Apalagi sampai menggenang di dalam rumah. Bersama warga dia berharap agar proyek infrastruktur banjir bisa dirasakan hasilnya secara nyata.
Khusus Rumah Pompa, perempuan berhijab itu segera dituntaskan. Termasuk Rumah Pompa Gunung Anyar yang baru akan dituntaskan pada 15 Desember 2025. Pompa ini bisa mempercepat arus masuk ke saluran primer.
Saat ini sudah sekitar 76 Rumah Pompa dibangun di Surabaya. Tersebar di seluruh wilayah mulai Surabaya Barat, Surabaya Utara, Surabaya Selatan, Surabaya Timur dan Surabaya Pusat.
Dengan 350 lebih mesin penyedot di dalamnya. Tahun depan Rumah Pompa akan ditambah. Dengan dipadukan proyek pembangunan infrastruktur pengendalian dan pencegahan banjir lainnya termasuk pembangunan saluran menyeluruh skala besar, banjir Surabaya bisa dicegah. Alq
Editor : Moch Ilham