SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menyambut libur sekolah, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Disdik) setempat mengajak siswa untuk mengisi liburan dengan pengalaman baru, salah satunya memperkaya pengalaman dan mengembangkan karakter, bukan hanya sekedar beristirahat dari rutinitas belajar, serta turut mengawasi meningkatnya penggunaan gawai.
Diketahui, libur sekolah berlangsung mulai 22 Juni hingga 11 Juli 2026, sementara kegiatan belajar mengajar akan kembali dimulai pada Senin 13 Juli 2026. Dan salah satu tantangan selama masa libur adalah meningkatnya penggunaan gawai. Karena itu pihaknya mengimbau para orang tua untuk mengawasi aktivitas digital anak dan tidak membiarkan mereka menghabiskan waktu sepanjang hari di depan layar.
Baca juga: Perkuat Mitigasi Bencana Gempa Bumi, Pemkot Surabaya Gandeng Ahli Geologi
"Liburan bukan berarti seluruh proses belajar dan pembentukan karakter ikut berhenti. Anak-anak tetap perlu didampingi agar memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang positif, produktif, dan memberikan pengalaman baru yang bermanfaat. Sehingga, penggunaan gadget harus tetap berada dalam pemantauan orang tua. Ajak anak melakukan aktivitas positif dan jangan sampai seluruh waktu liburan hanya dihabiskan dengan bermain ponsel atau perangkat digital," ujar Kepala Disdik Surabaya Febrina Kusumawati, Selasa (23/06/2026).
Baca juga: Lewat Kegiatan Mini Job Fair, Pemkot Surabaya Tawarkan 450 Lowongan Kerja
Imbauan tersebut sejalan dengan kebijakan Pemkot Surabaya yang mendorong perlindungan anak di ruang digital melalui Gerakan Surabaya Tanpa Gawai pada pukul 18.00–20.00 WIB. Program ini mengajak keluarga memanfaatkan waktu sore hingga malam untuk berinteraksi, belajar bersama, beribadah, atau melakukan kegiatan tanpa distraksi perangkat elektronik.
Baca juga: Pemkot Masifkan Edukasi Pencegahan Kebakaran saat Musim Kemarau di Surabaya
Pihaknya juga mengingatkan agar orang tua tetap mematuhi ketentuan mengenai pengawasan anak pada malam hari sebagai upaya menciptakan lingkungan yang aman dan mencegah anak berada di luar rumah tanpa pengawasan pada waktu yang tidak semestinya. "Pastikan anak-anak tetap dalam pengawasan, termasuk pada malam hari, dan jangan sampai euforia setelah kenaikan kelas membuat mereka melakukan aktivitas yang berisiko," himbaunya. sb-02/dsy
Editor : Redaksi