Lewat Satu Data Kesehatan, Pemkot Surabaya Integrasikan 69 Rumah Sakit

surabayapagi.com
Caption: SP/Foto:Pemkot Surabaya Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi membuka Forum Koordinasi Rumah Sakit se-Surabaya yang diikuti perwakilan 69 rumah sakit di Surabaya. SP/Foto:Pemkot Surabaya

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Guna memiliki data yang sama antara pemerintah kota setempat, tenaga kesehatan, dan manajemen rumah sakit terkait kondisi kesehatan masyarakat secara real time, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah mengintegrasikan 69 rumah sakit lewat satu data kesehatan. Dan nantinya, data itu nantinya menjadi dasar pembagian peran antar-rumah sakit dalam mendukung berbagai program kesehatan di Surabaya.

Lebih lanjut, seluruh data layanan kesehatan akan terkoneksi dalam satu platform, mulai dari jumlah dokter, tenaga kesehatan, ambulans, kapasitas rumah sakit, hingga sebaran penyakit di setiap wilayah. Sehingga, dengan integrasi data juga akan mendukung pelaksanaan program Satu RW Satu Tenaga Kesehatan (Nakes), Satu Kelurahan Satu Ambulans, serta penguatan layanan Tim Gerak Cepat (TGC) yang terhubung dengan Command Center 112. 

Baca juga: Penertiban Bangunan Liar, Upaya Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Daerah di Jalan Jetis Kulon

"Ini bukan data milik pemerintah kota, tetapi milik bersama. Dengan satu data, kita bisa mengetahui jumlah dokter, ambulans, hingga rumah sakit mana yang mendampingi wilayah tertentu. Semua bisa saling mendukung untuk pelayanan warga Surabaya," jelas Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Senin (29/06/2026).

Baca juga: Percepat Penuntasan Laporan Warga, Wali Kota Surabaya Instruksikan Jajaran OPD hingga Gencarkan Program ASRI

Sistem tersebut memungkinkan petugas mengetahui ketersediaan layanan rumah sakit secara langsung, sehingga pasien darurat dapat segera dirujuk ke fasilitas kesehatan yang siap menangani. Sekaligus untuk menargetkan penguatan sistem Satu Data Kesehatan Surabaya dapat berjalan lebih masif dalam satu bulan ke depan dengan melibatkan seluruh rumah sakit dan tenaga kesehatan di kota setempat.

"Jangan sampai pasien dibawa ke satu rumah sakit lalu ditolak karena penuh, kemudian berpindah lagi ke rumah sakit lain yang juga penuh. Di era digital seperti sekarang, informasi kapasitas layanan harus bisa diakses secara langsung agar pasien segera mendapatkan penanganan," ujarnya.

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Surabaya Minta Penataan PKL Harus Dibarengi dengan Solusi

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya Billy Daniel Messakh mengatakan forum koordinasi tersebut digelar untuk memperkuat sinergi antarrumah sakit sekaligus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Surabaya. "Kolaborasi diperlukan untuk mengoptimalkan sistem rujukan, meningkatkan keselamatan pasien, serta menyelesaikan berbagai persoalan pelayanan kesehatan secara bersama-sama," ujarnya. sb-02/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru