Di Tengah Keterbatasan, KKMP Trate Gresik Tembus Omzet Rp237 Juta, Tata Kelolanya Dikaji KPK RI

author M. Aidid Koresponden Gresik

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tim dari Direktorat Monitoring KPK RI saat berada di lokasi KKMP Trate, Kecamatan Gresik.  SP/Madid
Tim dari Direktorat Monitoring KPK RI saat berada di lokasi KKMP Trate, Kecamatan Gresik.  SP/Madid

i

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Trate, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menjadi perhatian Direktorat Monitoring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Bukan karena memiliki fasilitas usaha yang megah, melainkan karena koperasi tersebut mampu menunjukkan pertumbuhan aktivitas ekonomi meski masih dihadapkan pada keterbatasan sarana dan prasarana.

Tim Direktorat Monitoring KPK RI bahkan datang langsung dari Jakarta untuk melakukan field monitoring sekaligus mengkaji tata kelola Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di KKMP Trate, Senin (10/8/2026).

Lima anggota tim KPK turun langsung ke lapangan. Mereka berdiskusi dengan pengurus koperasi, melihat aktivitas usaha, mengecek komoditas yang dipasarkan hingga meninjau lokasi usaha yang selama ini digunakan KKMP Trate.

Kunjungan tersebut menjadi perhatian tersendiri karena KKMP Trate sebelumnya dikenal sebagai koperasi yang berkembang dengan memanfaatkan keterbatasan aset dan fasilitas yang tersedia.

Lurah Trate, Ruli Budiman, menyambut positif kedatangan tim monitoring KPK RI. Menurutnya, kajian tersebut menunjukkan bahwa perkembangan KKMP Trate mulai mendapat perhatian di tingkat yang lebih luas.

"Sebagai pemangku wilayah, saya turut bangga karena KPK RI berkenan melakukan kajian di KKMP Trate. Hal ini menunjukkan bahwa eksistensi KKMP Trate mulai didengar hingga pusat," kata Ruli.

Ia berharap keberadaan KKMP Trate tidak sekadar menjadi tempat masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Lebih dari itu, koperasi diharapkan mampu menjadi salah satu motor penggerak perekonomian masyarakat Kelurahan Trate.

Pemerintah Kelurahan Trate, lanjut Ruli, juga siap mendukung pengembangan koperasi melalui komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak. "Kelurahan siap mengikuti arahan pimpinan untuk membantu meningkatkan perekonomian masyarakat melalui Koperasi Merah Putih Kelurahan," ujarnya.

Ketua KKMP Trate, Nanang Zubaedi, menjelaskan bahwa kedatangan tim Direktorat Monitoring KPK RI lebih banyak diarahkan untuk melihat kondisi riil pengelolaan koperasi di lapangan.

Sejumlah persoalan dibahas bersama pengurus, mulai dari pola kerja sama dengan investor, kondisi prasarana, sumber daya manusia hingga perkembangan pangsa pasar.

Di tengah berbagai keterbatasan tersebut, aktivitas usaha KKMP Trate justru menunjukkan tren pertumbuhan. Nanang mencatat omzet koperasi pada Juni 2026 berada di kisaran Rp187 juta. Angka itu kemudian meningkat menjadi sekitar Rp237 juta pada Juli 2026.

Sementara pada pekan pertama Agustus 2026, omzet yang berhasil dibukukan telah mencapai sekitar Rp61 juta. "Ini menunjukkan aktivitas usaha terus berkembang. Jenis komoditas juga semakin bertambah dan kepercayaan masyarakat untuk berbelanja maupun melakukan aktivitas ekonomi melalui koperasi semakin meningkat," terang Nanang.

Pertumbuhan omzet tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa koperasi tetap mampu bergerak meski belum didukung fasilitas usaha yang ideal.

Selain perkembangan omzet, ada satu inovasi KKMP Trate yang turut menarik perhatian tim monitoring KPK RI, yakni program pembelian minyak jelantah dari masyarakat.

Minyak bekas rumah tangga yang selama ini kerap dibuang begitu saja dan berpotensi menjadi limbah, dikumpulkan melalui koperasi untuk kemudian memiliki nilai ekonomi.

Program tersebut sekaligus membuka peluang bagi masyarakat mendapatkan tambahan penghasilan dari limbah rumah tangga. Nanang mengatakan, program pembelian minyak jelantah menjadi salah satu aktivitas yang mendapat apresiasi dari tim KPK RI.

"Tadi di antaranya yang diapresiasi berkaitan dengan pembelian minyak jelantah. Yang biasanya dibuang sebagai limbah, di koperasi ini bisa menjadi pundi ekonomi warga," jelasnya.

Menurut dia, pola tersebut menunjukkan bahwa koperasi tidak hanya berperan sebagai tempat transaksi jual beli, tetapi juga dapat menciptakan aktivitas ekonomi baru dengan memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan masyarakat.

Monitoring KPK RI tidak berhenti pada diskusi bersama pengurus koperasi. Tim juga melihat secara langsung sejumlah komoditas yang dipasarkan KKMP Trate di gudang yang berada di lingkungan Kantor Kelurahan Trate.

Selanjutnya, rombongan meninjau lokasi bekas lahan parkir milik Pemerintah Kabupaten Gresik yang kini disewa dan dimanfaatkan KKMP Trate untuk menjalankan aktivitas usaha.

Tim juga melihat luasan aset Pemkab Gresik yang berada di sekitar lokasi tersebut. Dari peninjauan itu, persoalan ketersediaan ruang menjadi salah satu hal yang turut mendapat perhatian.

Nanang mengatakan, perkembangan usaha yang mulai meningkat perlu diimbangi dengan fasilitas yang memadai agar aktivitas koperasi tidak terhambat persoalan tempat.

"Tadi disampaikan Tim Monitoring KPK RI juga berharap terdapat peluang perluasan area agar perkembangan koperasi dapat diimbangi dengan ketersediaan tempat yang memadai," ungkapnya.

Bagi KKMP Trate, perhatian tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang. Pertumbuhan omzet yang mencapai ratusan juta rupiah per bulan harus diikuti pembenahan tata kelola, penguatan sumber daya manusia serta dukungan fasilitas agar perkembangan koperasi dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Kehadiran tim monitoring KPK RI pun diharapkan tidak sekadar menjadi kunjungan evaluasi, tetapi dapat memberikan masukan terhadap tata kelola KKMP Trate agar koperasi benar-benar mampu menjadi instrumen penguatan ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan. did

Berita Terbaru

Tuding Masuk Angin Tangani TP Anggota DPRD, Ratusan Mahasiswa Lurug Kejaksaan Ponorogo

Tuding Masuk Angin Tangani TP Anggota DPRD, Ratusan Mahasiswa Lurug Kejaksaan Ponorogo

Kamis, 01 Okt 2026 18:45 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 18:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Ponorogo melurug Kantor Kejaksaan Negeri …

Bahlil, Rangkap Jabatan Baru

Bahlil, Rangkap Jabatan Baru

Kamis, 01 Okt 2026 18:28 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 18:28 WIB

SurabayaPagi.com, Jakarta : Bahlil Lahadalia resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi…

KPK Geledah Dua Kantor Pemkot Madiun, Dinas Perdagangan dan BKAD Jadi Sasaran

KPK Geledah Dua Kantor Pemkot Madiun, Dinas Perdagangan dan BKAD Jadi Sasaran

Kamis, 01 Okt 2026 17:33 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 17:33 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan dalam pengembangan penyidikan dugaan Tindak Pidana P…

Peta Kekuasaan Jajaran Kabinet Merah Putih: Sekjen Sarmuji Jadi Menperin, Bukti Kapasitas Kader Golkar Teruji

Peta Kekuasaan Jajaran Kabinet Merah Putih: Sekjen Sarmuji Jadi Menperin, Bukti Kapasitas Kader Golkar Teruji

Kamis, 01 Okt 2026 17:29 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 17:29 WIB

SURABAYAPAGI com, Surabaya - Peta kekuasaan di jajaran Kabinet Merah Putih mengalami pergeseran. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai…

Ikuti EJIF 2026, Kota Mojokerto Berpeluang Bidik Investor Kelas Kakap

Ikuti EJIF 2026, Kota Mojokerto Berpeluang Bidik Investor Kelas Kakap

Kamis, 01 Okt 2026 17:27 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 17:27 WIB

SURABAYA PAGI.com, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari atau yang akrab disapa Ning Ita, terus berupaya membuka peluang investasi untuk mendorong…

Mulai Dilirik Investor Asing, Kota Mojokerto Promosikan Pembangunan Sport Centre di EJIF 2026

Mulai Dilirik Investor Asing, Kota Mojokerto Promosikan Pembangunan Sport Centre di EJIF 2026

Kamis, 01 Okt 2026 17:15 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 17:15 WIB

SURABAYA PAGI.com, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari terus berupaya merealisasikan pembangunan Kawasan Sport Centre di Lapangan Surodinawan,…