SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Guna memperpanjang masa tinggal di Surabaya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengintegrasikan sektor Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) dengan destinasi wisata. Pasalnya, Kota Surabaya sejak lama dikenal sebagai kota perdagangan dan jasa.
"Terlebih, Surabaya juga memiliki banyak hotel dan destinasi wisata yang dapat mendukung penyelenggaraan berbagai kegiatan MICE," ujar Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya Herry Purwadi, Selasa (11/08/2026).
Sementara itu, rata-rata Lama Menginap Tamu (RLMT) di Kota Surabaya pada Juni 2026 tercatat sebesar 1,38 malam yang artinya, secara rata-rata seorang tamu hotel menginap sekitar satu hingga dua malam. Sata tersebut menjadi salah satu peluang bagi Pemkot Surabaya untuk mendorong peserta MICE tidak hanya menginap untuk kebutuhan pertemuan, tetapi juga memperpanjang masa tinggal dengan menikmati destinasi wisata.
Pasalnya, selama ini peserta MICE yang datang ke Surabaya cenderung memiliki pola kunjungan yang singkat, yakni menghadiri rapat atau pertemuan, menginap di hotel, kemudian kembali ke daerah asal. Karena itu, pemkot menawarkan paket wisata yang dapat menjadi aktivitas tambahan bagi peserta MICE selama berada di Surabaya.
Ia mengatakan, Pemkot Surabaya juga terus mengembangkan kawasan Kota Lama yang saat ini dilakukan secara berkala untuk menjaga daya tarik wisata sekaligus memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan. Dengan konsep tersebut, Pemkot Surabaya berharap peserta MICE memperoleh pengalaman yang lebih banyak selama berada di Kota Pahlawan. "Jadi tidak hanya mereka datang rapat, tidur di hotel terus pulang," katanya. sb-01/dsy
Editor : Redaksi