Madiun Mulai Dilanda Krisis Air Bersih, Pelanggan Pilih Putus Sambungan PDAM

surabayapagi.com
Warga Madiun krisis air bersih. SP/Foto:detikjatim

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Baru-baru ini, warga di Kecamatan Wungu, gangguan aliran air kini juga terjadi di Desa Banjaransari Wetan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun mulai dilanda krisis air bersih, sehingga mayoritas pelanggan mengaku memilih memutus sambungan PDAM karena air tidak mengalir dalam waktu cukup lama.

Kepala PDAM Unit Kecamatan Dagangan Harianto mengatakan, pihaknya telah menerima laporan terkait gangguan distribusi air di sejumlah wilayah. Menurutnya, gangguan terjadi pada jaringan pipa yang menyalurkan air dari sumber pegunungan di Kecamatan Kare. Proses perbaikan pipa menyebabkan ratusan pelanggan terdampak.

Baca juga: Sebanyak 93 Desa Terancam Krisis Air Bersih, Bojonegoro Mulai Siapkan Langkah Mitigasi

"Ada beberapa pelanggan mengeluh air mati dan memilih putus. Namun kita sudah perbaiki pipa Insyaallah ini sudah hidup air. 500 pelanggan gravitasi atau air dari sumber pegunungan di Kecamatan Kare. Ini kita sudah langsung tangani,"," ujar Harianto kepada detikJatim, Jumat (26/6/2026).

Baca juga: Anggaran BBM Terbatas, Pengiriman Air ke Daerah Kekeringan di Bondowoso Ikut Terkendala

Sementara itu, Ketua RW 4 Desa Pilangrejo, Suyono mengatakan, hingga siang hari aliran air PDAM di wilayahnya masih belum normal. Sebelumnya, sebanyak 160 kepala keluarga di Dusun Kedondong, Desa Pilangrejo, Kecamatan Wungu, mengeluhkan krisis air bersih akibat jaringan PDAM yang kerap mati hampir setiap hari.

"Masih mati air nya belum mengalir. Kurang lebih sekitar 160 rumah Kepala keluarga pelanggan PDAM yang mengeluhkan kondisi jaringan air PDAM yang sering mati setiap hari," ujar Ketua RW 4 Desa Pilangrejo, Suyono (50), kepada detikJatim, Senin (22/6/2026).

Baca juga: Selama Musim Kemarau 2026, BPBD Kota Madiun Petakan Kelurahan Rawan Krisis Air

Lanjutnya, aliran air sering mati pada pagi hingga sore hari ketika warga membutuhkan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari. Saat air mengalir pada malam hari, debitnya juga sangat kecil. "Setiap hari pagi sampai sore bahkan malam juga mati. Saat hidup air buat rebutan hanya netes saja akhirnya," jelas Suyono. md-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru