SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Melihat kondisi cuaca yang lebih dingin atau biasa disebut musim bediding memicu permintaan obat flu, batuk, pilek hingga asma di sejumlah apotek di Kabupaten Ponorogo mengalami peningkatan. Bahkan, tingginya permintaan obat pada musim bediding bahkan sempat membuat stok inhaler di beberapa kesempatan terlambat datang hingga mengalami kekosongan.
Pasalnya, di musim bediding tersebut membuat masyarakat lebih rentan mengalami gangguan saluran pernapasan, terutama bagi penderita asma dan alergi. Oleh karenanya, perubahan suhu udara membuat tubuh membutuhkan penyesuaian sehingga kasus batuk, pilek, alergi hingga asma meningkat cukup signifikan.
Baca juga: Kenaikan Harga Oli Resahkan Pemilik Bengkel hingga Konsumen di Ponorogo
“Saat musim bediding seperti sekarang, permintaan obat flu, batuk, pilek, obat alergi hingga inhaler untuk penderita asma meningkat sekitar 15 sampai 20 persen. Cuaca dingin membuat keluhan saluran pernapasan lebih sering muncul, terutama pada masyarakat yang memiliki riwayat alergi atau asma,” ujar Apoteker Arif Nasrukan, Selasa (30/06/2026).
Baca juga: Kewalahan Jual Dagangan, Harga Bawang Putih di Ponorogo Tembus Rp38 Ribu per Kg
Menurutnya, gejala batuk dan pilek sangat dipengaruhi daya tahan tubuh masing-masing. Jika keluhan masih ringan, masyarakat disarankan mengonsumsi minuman hangat seperti wedang ronde, air jahe, atau air hangat. Selain itu, konsumsi multivitamin, buah, dan sayur juga penting untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh serta mengurangi reaksi alergi.
“Kalau gejalanya masih ringan, sebaiknya cukup dengan istirahat, minum yang hangat, serta memperbanyak konsumsi buah dan sayur. Namun apabila keluhan sudah mengganggu aktivitas, misalnya sulit tidur atau sesak napas, baru gunakan obat sesuai kebutuhan atau konsultasikan ke tenaga kesehatan,” jelasnya.
Baca juga: Jelang Grebeg Suro 2026, Dishub Ponorogo Siapkan Sejumlah Kantong Parkir
Arif menambahkan masyarakat juga diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah guna mengurangi paparan debu yang dapat memicu flu maupun alergi. Meski demikian, ia memperkirakan permintaan obat akan kembali menurun memasuki bulan September seiring berakhirnya musim bediding dan berubahnya kondisi cuaca. pn-01/dsy
Editor : Redaksi