Harga Avtur Turun, Harga Tiket Tetap

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Harga avtur naik berlipat-lipat ganda pada pekan awal perang Iran dan mendorong maskapai untuk membebankan kenaikan bahan bakar tersebut kepada konsumen melalui kenaikan tarif.

"Kami tidak punya pilihan," kata CEO Delta Ed Bastian dikutip dari CNN, Selasa (30/6/2027).

Baca juga: Pertamina: Harga Avtur Kompetitif dan Mengikuti Aturan yang Berlaku

Sampai saat ini, maskapai penerbangannya tidak berencana untuk menurunkan kembali harga tiket pesawat. Bastian mengatakan tarif saat ini berada pada tingkat yang tepat meskipun biaya secara signifikan lebih rendah.

Tiket pesawat mahal yang berkelanjutan ini sebagian besar disebabkan oleh permintaan penerbangan yang kuat. Saat ini banyak orang yang ingin menggunakan pesawat untuk melakukan perjalanan liburan musim panas alias memasuki high season.

Di sisi lain, industri penerbangan di AS saat ini memiliki lebih sedikit kursi yang tersedia. Maskapai mengurangi jumlah penerbangan sejak konflik di Timur Tengah terjadi untuk memangkas biaya.

Baca juga: Tekan Biaya Haji, Erick Thohir Siap Sesuaikan Tarif Avtur

Hampir semua maskapai menaikkan tarif 15-20% dibandingkan tahun lalu. Dalam pantauan Deutsche Bank Securities, maskapai penerbangan setidaknya telah menaikkan harga tiket pesawat delapan kali sejak musim semi Maret 2026.

Mike Linenberg, Analis Maskapai Penerbangan di Deutsche Bank Securities, mencatat tarif lebih tinggi karena jumlah kursi lebih sedikit. Maskapai penerbangan juga mulai menghilangkan penerbangan mereka yang kurang populer dan bertarif rendah.

Penutupan Spirit Airlines pada Mei makin memperburuk keadaan. Namun, bukan berarti lonjakan harga bahan bakar awal tahun ini tidak mahal bagi maskapai penerbangan. Bahan bakar jet memang menjadi pengeluaran terbesar kedua bagi industri ini.

Sebanyak tiga maskapai penerbangan terbesar di AS, Delta, American, dan United melaporkan pengeluaran US$ 1 miliar lebih banyak untuk bahan bakar hanya dalam kuartal II-2026. Linenberg mengatakan maskapai penerbangan membutuhkan uang tunai tambahan, terutama yang operasinya kecil. n afp, ec

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru