Perkuat Kolaborasi, Pemkab Banyuwangi Optimalkan Program Prioritas Kesehatan

surabayapagi.com
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat bertemu dengan pemangku kesehatan setempat. SP/Foto:Pemkab Banyuwangi

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Guna mendukung program prioritas kesehatan serta penyelesaian permasalahan kesehatan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, mulai berkomitmen dengan memperkuat konsolidasi dan kolaborasi dengan pemangku kesehatan setempat di tengah tantangan fiskal untuk memastikan sumber daya yang ada fokus pada permasalahan kesehatan.

"Kolaborasi ini diperlukan, mengingat kapasitas fiskal pemerintah, baik pusat maupun daerah sangat terbatas, di sisi lain masyarakat menuntut pelayanan publik yang cepat, berkualitas, dan mudah diakses. Oleh karena itu, kami semua harus saling kolaborasi, saling terhubung untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan kesehatan," ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Minggu (05/07/2026).

Baca juga: Pemkab Catat Periode Januari-Juni, Produksi Beras di Banyuwangi Surplus 174.000 Ton

Pihaknya kini telah bertemu dengan ratusan pemangku kesehatan mulai kepala puskesmas, direktur rumah sakit daerah dan swasta, pimpinan klinik, rektor perguruan tinggi kesehatan, hingga organisasi kesehatan serta unsur BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Dengan fokus program kesehatan terkait peningkatan kesehatan ibu dan anak, pengendalian penyakit tidak menular, pengendalian tuberkulosis dan HIV, penguatan pelayanan primer, kesehatan jiwa remaja, serta perlindungan kelompok rentan.

Baca juga: Pemkot Surabaya Jamin Hak Pendidikan, Kesehatan, dan Hukum Anak Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung

"Dengan demikian, ada koneksi antara puskesmas dan rumah sakit supaya ketika pasien perlu dirujuk bisa cepat dan efisien, karena hampir semua rumah sakit dan klinik telah menyediakan layanan BPJS Kesehatan," katanya.

Baca juga: Lewat Satu Data Kesehatan, Pemkot Surabaya Integrasikan 69 Rumah Sakit

Lebih lanjut, para kepala puskesmas juga diminta menjadikan puskesmas garda terdepan sistem kesehatan, serta memperkuat pelayanan promotif dan preventif, salah satunya memanfaatkan posyandu menjadi pusat deteksi dini masalah kesehatan masyarakat. "Kunjungan rumah harus diperkuat, ibu hamil risiko tinggi, bayi, balita, lansia, penderita TB, HIV, hipertensi, dan diabetes harus dipantau secara aktif," ungkap Ipuk. by-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru