Dukung Fasilitas Layanan Haji per 2027, Pemkab Kediri Siapkan Lahan 65 Hektare

surabayapagi.com
Suasana Bandara Dhoho Kediri, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. SP/ KDR

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Sebagai salah satu langkah strategis dalam mendukung infrastruktur dan fasilitas layanan haji menyusul rencana Bandara Internasional Dhoho, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri, telah menyiapkan lahan seluas 65 hektare untuk melayani embarkasi haji pada 2027, yang meliputi infrastruktur bandara, aksesibilitas, kebutuhan sumber daya manusia, skema operasional penerbangan, hingga mitigasi risiko.

"Dalam jangka panjang Pemerintah Kabupaten Kediri bahkan menyiapkan lahan seluas 65 hektare yang berada sekitar satu kilometer dari Bandara Dhoho untuk mendukung pengembangan fasilitas pelayanan haji," kata Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa, Minggu (05/07/2026).

Baca juga: Dukung Ketahanan Pangan, Pemkab Kediri Salurkan 200 Ton Benih Jagung

Hal itu karena, Bandara Dhoho menjadi salah satu opsi embarkasi haji bagi sekitar 10 hingga 12 kabupaten/kota di kawasan Mataraman. Sehingga, berbagai infrastruktur penunjang terus dipersiapkan, mulai dari jalan nasional, jalan provinsi, jalan kabupaten, hingga akses jalan tol menuju Bandara Dhoho Kediri yang ditargetkan rampung pada akhir 2026.

Baca juga: Kabar Duka, 12 Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Wafat di Tanah Suci

Selain itu, layanan kesehatan di sekitar kawasan bandara juga mulai dipersiapkan untuk mendukung pelayanan jamaah haji. Pemerintah Kabupaten Kediri juga menyiapkan dukungan akomodasi berupa sekitar 10 hotel di wilayah Kabupaten dan Kota Kediri dengan kapasitas mencapai 748 kamar.

Terpisah, menurut Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf mengatakan pemanfaatan bandara tersebut juga diharapkan dapat mengurangi beban operasional Asrama Haji Surabaya serta kepadatan di Bandara Internasional Juanda yang selama ini menjadi embarkasi utama jamaah haji asal Jawa Timur. Lanjutnya, pada musim haji 2026 memberangkatkan sebanyak 116 kelompok terbang (kloter), sehingga aktivitas di Asrama Haji Surabaya berlangsung hampir tanpa henti selama proses pemberangkatan maupun pemulangan jamaah.

Baca juga: Perkuat Pelayanan Keimigrasian Dalam Penyelenggaraan Haji, Imigrasi Surabaya Terapkan Layanan Makkah Route

Sehingga, adanya penambahan embarkasi haji harus mengedepankan kenyamanan, keamanan, dan efisiensi pelayanan bagi jamaah. "Kesiapan sarana prasarana, SDM, regulasi, hingga simulasi operasional menjadi hal penting sebelum embarkasi baru mulai dioperasikan," ujarnya. kd-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru