Berdampak Buruk ke Psikologis, Pemkab Kediri Tekankan MPLS Bebas Perundungan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana saat bertemu peserta MPLS di SMP Negeri 2 Ngasem, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. SP/Foto:Pemkab Kediri
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana saat bertemu peserta MPLS di SMP Negeri 2 Ngasem, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. SP/Foto:Pemkab Kediri

i

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Mulainya kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di Kabupaten Kediri turut disambut positif oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, dengan menekan kepada para siswa untuk bebas dari aksi perundungan, sebab bisa berdampak buruk terhadap kondisi psikologis korban. Serta mengingatkan para siswa agar lebih giat belajar dan mengurangi penggunaan gawai untuk aktivitas yang tidak mendukung proses pendidikan.

Pasalnya, menurut Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, perundungan dapat memberikan dampak buruk terhadap kondisi psikologis korban, mulai dari rasa takut, kehilangan kepercayaan diri hingga terganggunya proses belajar di sekolah. Mas Dhito juga berpesan kepada para guru dan tenaga pendidik untuk terus menciptakan lingkungan belajar yang kondusif serta memastikan tidak ada tindakan perundungan di lingkungan sekolah.

"Saya juga ingatkan jangan melakukan perundungan, baik secara fisik ataupun verbal. Dan kalau guru sedang mengajar perhatikan, kalian sudah SMP, kalau ada kendala lapor," kata Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana saat bertemu peserta MPLS di SMP Negeri 2 Ngasem, Selasa (14/07/2026).

Pasalnya, pelaksanaan MPLS bertujuan membantu murid baru mengenali potensi diri, memahami kurikulum, mengenal warga sekolah, serta beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru. Sehingga, dengan adanya kegiatan MPLS juga dilakukan di seluruh sekolah wilayah Kabupaten Kediri.

Lebih lanjut, Bupati Kediri berharap ada solusi terbaik sehingga fenomena itu bisa dikurangi. Dampak yang ditimbulkan tentunya bisa lebih positif termasuk orangtua bisa antar dan menjemput anak di sekolah. Menurutnya, persoalan pelajar membawa kendaraan bermotor ke sekolah tidak hanya terjadi di Kabupaten Kediri, tetapi juga di berbagai daerah lain sehingga diperlukan solusi bersama antara pemerintah, sekolah dan orang tua. kd-01/dsy

Berita Terbaru

Awali Pertandingan dengan Hasil  Sempurna, Persela Bungkam Persis Solo 2-0

Awali Pertandingan dengan Hasil Sempurna, Persela Bungkam Persis Solo 2-0

Minggu, 13 Sep 2026 19:41 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 19:41 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Persela Lamongan mengawali kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027 dengan hasil sempurna. Menjamu Persis Solo di Stadion…

Pemkot Mojokerto Buka Layanan Validasi Data bagi Warga Terdampak Perubahan Desil

Pemkot Mojokerto Buka Layanan Validasi Data bagi Warga Terdampak Perubahan Desil

Minggu, 13 Sep 2026 15:50 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Perubahan desil ekonomi menjadi keresahan banyak warga yang disampaikan kepada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan P…

Perkuat Konsolidasi hingga Tingkat Kelurahan, Golkar Surabaya Targetkan 10 Kursi di Pemilu Mendatang

Perkuat Konsolidasi hingga Tingkat Kelurahan, Golkar Surabaya Targetkan 10 Kursi di Pemilu Mendatang

Minggu, 13 Sep 2026 15:41 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Surabaya menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sekaligus pengukuhan pengurus…

Angin Kencang, Operasional Paralayang Gunung Banyak Dihentikan Sementara

Angin Kencang, Operasional Paralayang Gunung Banyak Dihentikan Sementara

Minggu, 13 Sep 2026 15:33 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Menindaklanjuti fenomena angin kencang yang meningkat secara signifikan di sekitar area lepas landas (take-off) memaksa para pengelola…

Tradisi Unik Bersih Desa, Warga di Ngawi Gelar Saling Lempar ‘Perang Nasi’

Tradisi Unik Bersih Desa, Warga di Ngawi Gelar Saling Lempar ‘Perang Nasi’

Minggu, 13 Sep 2026 15:32 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Tradisi unik di Desa Pelang Lor, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, saat rangkaian bersih desa atau sedekah bumi…

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Bangkalan Targetkan Pekerja Lokal Terserap Industrialisasi

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Bangkalan Targetkan Pekerja Lokal Terserap Industrialisasi

Minggu, 13 Sep 2026 14:33 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 14:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bangakalan - Sebagai upaya memberikan peluang kerja dan menekan angka pengangguran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menargetkan,…