SURABAYAPAGI.com, Madiun - Melakukan kegiatan ubinan hasil budidaya varietas Sintanur Wangi di lahan demonstrasi plot (demplot) Peceland Kota Madiun, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun terus berkomitmen untuk meningkatkan produktivitas padi petani setempat. Dimana, keberhasilan tersebut juga didukung oleh penerapan teknologi budidaya yang efisien dan ramah lingkungan.
Kepala DKPP Kota Madiun Jemakir mengatakan jika keberhasilan yang dimaksud yakni penanaman dilakukan menggunakan mesin rice transplanter, sedangkan pemupukan memanfaatkan Phonska Plus 50 kilogram, Urea 20 kilogram, serta dua kali penyemprotan KNO3 pada fase generatif untuk mengoptimalkan pengisian bulir. Budidaya di demplot tersebut juga sama sekali tidak menggunakan aplikasi pestisida kimia.
Baca juga: Dongkrak Produktivitas Padi, Pemkab Situbondo Sediakan Drone Sprayer Gratis bagi Petani
"Kegiatan ubinan tersebut bertujuan untuk mengevaluasi hasil budidaya sekaligus menguji kesesuaian varietas padi Sintanur Wangi di Kota Madiun," ujarnya, Selasa (07/07/2026).
Baca juga: Periode Januari-Maret, Pemkab Banyuwangi Catat Produksi Padi Capai 160.239 ton
Sementara itu, berkat budidaya tersebut, hasil ubinan pada petak 2,5 meter x 2,5 meter tersebut menghasilkan gabah sebanyak 5,7 kilogram, atau setara dengan estimasi produksi 9 ton per hektare. Sedangkan pemilihan padi varietas Sintanur Wangi sendiri menjadi pilihan unggulan karena menghasilkan beras beraroma harum dengan nilai jual tinggi. Selain berbatang kokoh dan tahan rebah, daun benderanya yang tegak dapat menyembunyikan malai padi dari serbuan burung.
Sehingga, melalui demplot ubinan, DKPP Kota Madiun berharap teknik budidaya modern dan ramah lingkungan tersebut dapat menjadi referensi bagi petani setempat untuk mendongkrak produktivitas dan menjaga ketahanan pangan Kota Madiun di tengah tantangan lahan sawah yang terbatas. Dan berdasarkan data DKPP setempat mencatat luas lahan pertanian di Kota Madiun saat ini sekitar 870 hektare.
Baca juga: Aksi Nyata Swasembada Pangan, Produksi Padi di Malang Surplus 80 Ribu Ton
Namun, saat ini luas sawah tersebut mengalami pengurangan akibat alih fungsi lahan untuk pembangunan kawasan perkotaan. Karena itu, peningkatan produktivitas menjadi fokus utama pemerintah daerah setempat di tengah keterbatasan lahan yang tersedia. md-02/dsy
Editor : Redaksi