SURABAYAPAGI.com, Jember - Sebagai salah satu upaya dalam mengatasi potensi kekeringan selama musim kemarau di Kabupaten Jember, saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember menyiapkan strategi berlapis, melihat fenomena alam tersebut menuntut kewaspadaan dini agar dampaknya tidak mengganggu aktivitas harian warga, khususnya di sektor domestik dan pertanian.
Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo, mengungkap jika sebagai langkah awal, BPBD Jember telah memperbarui data wilayah yang memiliki risiko tinggi mengalami krisis air bersih di enam kecamatan yakni Kecamatan Sumbersari, Pakusari, Patrang, Rambipuji, Wuluhan, dan Tempurejo.
Baca juga: Pemkab Lumajang Petakan Daerah Rawan Kebakaran Masuki Musim Kemarau
"Prioritas utama difokuskan pada pemetaan zona rawan serta pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak. Kami terus memantau pergerakan cuaca dan kondisi debit air di lapangan. Zona-zona yang secara historis sering mengalami defisit air bersih kini menjadi prioritas pengawasan kami," jelasnya, Kamis (09/07/2026).
Sehingga, untuk mengantisipasi keadaan darurat, BPBD Jember telah menyiapkan armada tangki air yang siap bergerak kapan saja ke titik-titik pemukiman yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Petugas BPBD Jember juga turut memberikan bantuan air bersih kepada sejumlah 125 KK yang terdampak di Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, dan sekitar 100 KK di Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat.
Baca juga: Musim Kemarau, Disperkim Kota Madiun Intensifkan Pangkas Pohon Rawan Tumbang
"Kami juga bersinergi dengan instansi terkait untuk memastikan pasokan air baku tetap aman," katanya.
Tidak hanya fokus pada penanganan jangka pendek berupa droping air, BPBD Jember juga menginisiasi program mitigasi struktural demi menciptakan solusi yang berkelanjutan. Sehingga, mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama perangkat desa dan kecamatan, untuk segera melapor ke posko BPBD jika mulai muncul tanda-tanda krisis air di wilayahnya.
Baca juga: 10 Hektar Lahan Hutan Rakyat di Pacitan Ludes Terbakar, Hampir Menjalar di Permukiman
Selain itu, Bupati Jember Muhammad Fawait juga sudah mengeluarkan surat keputusan (SK) tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember tahun 2026. jr-01/dsy
Editor : Redaksi