Balai POM di Bima Gandeng Saka POM Edukasi Keamanan Obat dan Makanan di Pasar Amahami

surabayapagi.com
Anggota Saka POM Kota Bima memberikan edukasi mengenai keamanan obat dan makanan kepada salah satu pedagang di Pasar Amahami. SP/HIKMAH

SURABAYAPAGI.com, Bima – Kota Bima Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) di Bima terus memperkuat perlindungan masyarakat melalui edukasi keamanan obat dan makanan. Bersama Anggota Satuan Karya Pramuka Pengawasan Obat dan Makanan (Saka POM) Kota Bima, Balai POM di Bima melaksanakan sosialisasi kepada komunitas Pasar Amahami yang meliputi pedagang dan pembeli pada Kamis (9/7'2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK), salah satu program prioritas Badan POM dalam mewujudkan pangan yang aman di tingkat masyarakat.

Pasar tradisional menjadi salah satu mata rantai penting dalam distribusi pangan kepada masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan pengetahuan dan kesadaran para pelaku pasar dinilai menjadi langkah strategis dalam mencegah peredaran pangan yang mengandung bahan berbahaya maupun produk obat yang tidak memenuhi ketentuan. Melalui Program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas, Badan POM mendorong terciptanya komunitas pasar yang mandiri, peduli, dan berperan aktif dalam menjaga keamanan pangan.

Baca juga: Balai POM di Bima Hadirkan Edukasi Keamanan Pangan bagi Komunitas Desa Rontu

Dalam kegiatan tersebut, petugas Balai POM di Bima bersama anggota Saka POM Kota Bima menyusuri area pasar dan berinteraksi secara langsung dengan para pedagang maupun pembeli. Pendekatan komunikasi interpersonal dipilih agar informasi yang disampaikan lebih mudah dipahami sekaligus membuka ruang dialog mengenai berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat terkait keamanan pangan dan penggunaan obat.

Sosialisasi difokuskan pada upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan bahan berbahaya pada pangan. Petugas menjelaskan bahwa penggunaan formalin, boraks, Rhodamin B, dan Metanil Yellow pada pangan merupakan tindakan yang dilarang karena dapat membahayakan kesehatan konsumen. Masyarakat juga diberikan pengetahuan mengenai ciri-ciri pangan yang aman, pentingnya menjaga higiene dan sanitasi pangan, serta langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan ketika menemukan dugaan pangan yang mengandung bahan berbahaya.

Selain keamanan pangan, edukasi juga mencakup aspek keamanan obat. Petugas mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan obat-obat tertentu tanpa resep atau pengawasan tenaga kesehatan karena berpotensi menimbulkan penyalahgunaan dan ketergantungan. Masyarakat juga diajak untuk lebih waspada terhadap peredaran obat setelan, yaitu campuran beberapa jenis obat yang dikemas dalam satu bungkus atau plastik tanpa identitas yang jelas. Obat tersebut umumnya dipasarkan dengan klaim mampu menyembuhkan berbagai penyakit secara cepat. Namun, masyarakat tidak dapat mengetahui secara pasti komposisi, dosis, maupun keamanan obat tersebut karena dijual tanpa label, tanpa informasi penggunaan, tanpa nomor izin edar, dan tanpa petunjuk mengenai efek samping yang mungkin ditimbulkan.

Dalam setiap kesempatan, petugas mengimbau masyarakat untuk selalu memperoleh obat dari sarana pelayanan kefarmasian yang resmi serta menggunakan obat sesuai aturan pakai. Untuk produk pangan olahan, masyarakat diingatkan agar selalu menerapkan prinsip CEK KLIK, yaitu memeriksa Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli atau mengonsumsi produk. Langkah sederhana tersebut merupakan bentuk perlindungan diri sekaligus upaya mencegah konsumsi produk yang tidak memenuhi persyaratan keamanan.

Sebagai bentuk penguatan pesan komunikasi, petugas Balai POM di Bima bersama anggota Saka POM Kota Bima membagikan leaflet keamanan obat dan makanan kepada para pedagang dan pengunjung pasar. Leaflet tersebut memuat informasi praktis mengenai bahaya bahan berbahaya pada pangan, cara memilih produk yang aman, bahaya penyalahgunaan obat-obat tertentu, serta kewaspadaan terhadap obat setelan. Pembagian media informasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengingat kembali pesan-pesan edukasi yang telah disampaikan secara langsung.

Baca juga: Generasi Muda Bima Diajak Berani Tolak Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu

Keterlibatan anggota Saka POM Kota Bima menjadi salah satu kekuatan dalam pelaksanaan kegiatan ini. Sebagai wadah pembinaan generasi muda di bidang pengawasan obat dan makanan, Saka POM memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang mampu menyampaikan edukasi kepada masyarakat melalui pendekatan yang komunikatif. Para anggota Saka POM turut aktif memberikan penjelasan kepada pedagang dan pembeli serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama berpartisipasi dalam mengawasi peredaran obat dan makanan di lingkungan sekitar.

Kepala Balai POM di Bima, Adjis Sandjaya, menyampaikan bahwa keamanan obat dan makanan tidak dapat diwujudkan hanya melalui pengawasan pemerintah, tetapi memerlukan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

"Program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas merupakan wujud nyata pemberdayaan. masyarakat agar mampu mengenali risiko keamanan pangan dan berpartisipasi dalam pengawasan. Kami berharap pedagang, pembeli, dan seluruh komunitas pasar dapat menjadi mitra Balai POM dalam menciptakan lingkungan pasar yang aman, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan bahan berbahaya maupun produk obat yang tidak memenuhi ketentuan," ujarnya.

Baca juga: Balai POM di Bima Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kesehatan melalui Pelatihan Farmakovigilans

Adjis juga mengapresiasi keterlibatan anggota Saka POM Kota Bima yang secara konsisten mendukung berbagai program edukasi Balai POM di Bima. Menurutnya, kehadiran generasi muda dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat menjadi investasi penting untuk membangun budaya sadar keamanan obat dan makanan sejak dini.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Balai POM di Bima berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan pangan dan penggunaan obat yang rasional semakin meningkat. Dengan terbangunnya kolaborasi antara pemerintah, komunitas pasar, pelaku usaha, dan generasi muda, diharapkan pengawasan obat dan makanan berbasis masyarakat dapat berjalan semakin efektif sehingga mampu memberikan perlindungan yang optimal bagi kesehatan masyarakat. Wda/Hik

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru