SURABAYAPAGI.com, Madiun - Dipicu meningkatnya harga gabah kering panen (GKP) maupun gabah kering giling (GKG) di tingkat petani, membuat harga beras premium di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, mulai melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Menurut Yusuf, salah satu pedagang beras di Madiun mengatakan jika, kenaikan dipicu naiknya harga gabah di tingkat petani. Sementara itu, di Pasar Pagotan, Kecamatan Geger. Untuk saat ini, harga beras premium naik dari Rp 14.300 menjadi Rp 15.300 per kilogram (Kg).
Baca juga: Harga Ayam Potong di Madiun Anjlok Rp 30.000 Per Kg Imbas MBG Libur
"Harga beras premium naik dari Rp 14.300 menjadi Rp 15.300 per kilogram. Harga saat ini sudah di atas HET yang ditentukan pemerintah yakni Rp 14.900 per kilogram," ujarnya, Minggu (12/07/2026).
Baca juga: Madiun Mulai Dilanda Krisis Air Bersih, Pelanggan Pilih Putus Sambungan PDAM
Selain beras premium, harga beras medium juga mengalami kenaikan dari Rp 13.000 menjadi Rp 13.500 per kilogram. Sehingga, para pedagang terpaksa menyesuaikan harga jual agar tidak mengalami kerugian. Selain itu, kenaikan harga beras premium membuat sebagian konsumen mengubah pilihan dengan membeli beras medium yang lebih murah.
"Kenaikan harga gabah membuat kami harus menyesuaikan harga jual. Kalau tetap menjual dengan harga lama, pedagang bisa rugi. Saat ini banyak konsumen yang mengubah pilihan. Kalau biasanya membeli beras premium, sekarang beralih ke beras medium agar dapat hemat berbelanja," kata Yusuf.
Baca juga: Petani di Jember Merugi Gagal Panen, Puluhan Hektare Jagung dan Padi Ludes Diserang Tikus
Sehingga, kenaikan harga juga berdampak terhadap penjualan. Pasalnya, penjualan beras premium maupun medium mengalami penurunan karena masyarakat mulai mengurangi pembelian. Meski demikian, Yusuf memastikan stok beras di Kabupaten Madiun masih mencukupi. Pasokan dari penggilingan maupun cadangan beras pemerintah masih tersedia. "Saat ini penjualan beras medium maupun premium mengalami penurunan yang cukup banyak," ujarnya. md-01/dsy
Editor : Redaksi