SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa melepas 30 orang siswa siswi Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Mojokerto Tahun Ajaran 2026/2027, Senin (13/07/2026) pagi di halaman kantor Pemerintah Kabupaten Mojokerto.
Para murid ini akan belajar di Sekolah Rakyat Kota Kediri untuk sementara, sambil menunggu pembangunan permanen SR Kabupaten Mojokerto di Kecamatan Dawarblandong rampung.
Baca juga: 76 Siswa Resmi Ditetapkan Sebagai Peserta Didik Baru Sekolah Rakyat Ponorogo
"SR yang di Kecamatan Gedeg masih rintisan atau pilot project. Saat ini kita sedang proses pembangunan yang permanen di Desa Banyulegi, Dawarblandong. Jadi sementara waktu, 30 siswa siswi tahun ajaran 2026/2027 kita titipkan belajar di SR Kota Kediri. Sembari menunggu yang di Dawarblandong selesai," terang Bupati.
Petinggi Pemkab Mojokerto ini juga meyakinkan para orang tua murid, untuk tidak khawatir akan segala kebutuhan hidup selama di Kediri. Ia menjamin seluruh siswa siswi SR Kabupaten Mojokerto terpenuhi. Sehingga dari itu, Bupati meminta doa para orang tua agar para peserta didik percaya dan mendukung segala proses belajar.
Baca juga: Progres Capai 91 Persen, Sekolah Rakyat di Jombang Siap Berjalan Juli 2026
"Anak-anak dijamin semua kebutuhan selama disana. Mohon para orang tua untuk tidak khawatir. Untuk adik-adik, Bapak berpesan agar giat belajar, taati aturan, dan adaptasi yang cepat. Kita berdoa semoga pembangunan SR dimudahkan. Syarat-syarat sudah kita penuhi, tinggal menunggu giliran pembangunan," tandas Bupati.
Baca juga: Pemkab Mojokerto Kebut Pengerjaan 9 Proyek Pengairan Senilai Rp 5,4 M
Sementara itu Try Raharjo Murdianto Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto dalam seremoni melaporkan, proses perekrutan siswa dilakukan berdasarkan data-data terverifikasi Badan Pusat Statistik (BPS) yang diintegerasikan dengan aplikasi Kemensos RI yakni Sistem Elektronik Terpadu Asesmen Rakyat (SETARA).
"Proses rekruitmen calon siswa SR memakai aplikasi SETARA, yang dibangun Kemensos. Kriterianya adalah desil 1 dan 2. Dalam aplikasi SETARA, ada juga kesempatan bagi desil lain, asalkan benar-benar tidak mampu. Akhirnya ketemulah desil 3. Namun kami dengan BPS sudah dapat indikator seadil-adilnya agar anak yang berhak bisa masuk SR. Dari 30 siswa kita tadi, ada tiga orang kategori desil 3 dengan kondisi sangat tidak mampu. Sehingga langsung kami lakukan pembaruan desil," beber Try Raharjo. dwi
Editor : Redaksi