SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Menyambut fenomena musiman "Koyo" atau ikan mabuk, kian ditunggu-tunggu ratusan warga yang mulai memadati Danau Ranu Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, untuk menangkap ikan yang mengambang di permukaan air. Pasalnya, fenomena Koyo hampir selalu terjadi setiap tahun saat musim kemarau.
Menurut Agus, warga Kecamatan Klakah, dirinya hanya perlu berbekal tombak bambu, jaring, dan jala, warga berburu ikan dari tepian hingga ke tengah danau menggunakan rakit. "Kalau warga ya senang, tapi yang punya keramba rugi karena ikannya mabuk semua," kata Agus di Ranu Klakah, Senin (13/07/2026).
Baca juga: Perkuat Akses Ekonomi, Jembatan Perintis Garuda di Lumajang Capai 97,88 Persen
Selain iut, warga lainnya, Zuremi, mengatakan fenomena ikan mabuk bukan lagi hal baru bagi masyarakat di sekitar Ranu Klakah. Menurut dia, peristiwa tersebut biasanya muncul ketika suhu udara di kawasan danau menjadi lebih dingin pada puncak musim kemarau.
"Hampir tiap tahun. Kalau udaranya dingin, biasanya ikannya keluar," ujarnya.
Baca juga: Diduga Pengelolaan IPAL Tak Layak, 6 SPPG di Lumajang Ditutup Sementara
Untuk jenis ikan yang paling banyak muncul ke permukaan ialah ikan nila dan udang. Sehingga, tak heran jika adanya fenomena tersebut menjadi berkah bagi warga karena mereka dapat memperoleh ikan dengan lebih mudah.
Dan melimpahnya hasil tangkapan membuat sejumlah warga membuka lapak penjualan ikan dadakan di bahu jalan sekitar Danau Ranu Klakah. Pasokan ikan yang meningkat menyebabkan harga jual di tingkat pedagang ikut turun.
Baca juga: Jelang Kurban, Harga Kambing dan Domba Kurban di Lumajang Naik Rp500 Ribu
Bahkan, salah seorang pedagang, Yulis, mengatakan harga ikan nila kini dijual Rp 28.000 per kilogram, turun dari sebelumnya sekitar Rp 33.000 per kilogram. "Sekarang dijual Rp 28.000 per kilogram, sebelumnya sekitar Rp 33.000 per kilogram," ujar Yulis. lj-04/dsy
Editor : Redaksi