Wali Murid Nilai Psikotes di SMPN 17 Gresik Bermanfaat, Sekolah Tegaskan Bersifat Sukarela

Reporter : M. Aidid Koresponden Gresik

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Pelaksanaan psikotes bagi peserta didik baru di UPT SMPN 17 Gresik menuai tanggapan positif dari sejumlah wali murid. Mereka menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat dalam mengenali karakter, minat, bakat, hingga potensi akademik siswa sejak awal memasuki jenjang sekolah menengah pertama.

Penilaian itu mencuat di tengah adanya sorotan mengenai biaya psikotes sebesar Rp65 ribu. Menanggapi hal tersebut, pihak sekolah menegaskan bahwa psikotes bukan merupakan syarat penerimaan peserta didik baru dan pelaksanaannya tidak bersifat wajib.

Baca juga: PetroNite Fest 2026 Dongkrak Ekonomi Lokal, Transaksi Tembus Rp14,4 Miliar Selama Sembilan Hari

Kepala UPT SMPN 17 Gresik, Rokhimin, menjelaskan bahwa sebelum psikotes dilaksanakan, sekolah telah menggelar sosialisasi pada 10 Juli 2026 yang dihadiri jajaran sekolah, Komite Sekolah, serta seluruh orang tua peserta didik baru.

Dalam pertemuan tersebut, kata dia, wali murid diberikan pilihan untuk mengikuti psikotes yang difasilitasi sekolah atau menggunakan hasil psikotes dari lembaga lain yang dipilih secara mandiri.

"Tujuan psikotes semata-mata untuk membantu memetakan karakter, potensi, minat, dan kemampuan siswa sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam pembagian kelas. Tes ini bukan syarat diterima di SMPN 17 Gresik," ujar Rokhimin, Minggu (12/7/2026).

Ia menambahkan, pelaksanaan psikotes dilakukan oleh lembaga psikologi profesional asal Surabaya sebagai pihak ketiga yang memiliki kompetensi di bidang tersebut. 

Sementara biaya sebesar Rp65 ribu merupakan tarif yang ditetapkan lembaga penyelenggara, bukan pungutan yang menjadi pendapatan sekolah.

Menurut Rokhimin, seluruh informasi mengenai mekanisme maupun biaya psikotes telah disampaikan secara terbuka kepada para orang tua saat sosialisasi. Selama forum berlangsung, tidak ada keberatan ataupun penolakan dari peserta yang hadir.

Baca juga: Penjualan SIG Tumbuh 4,4 Persen hingga Mei 2026, Pasar Domestik dan Ekspor Jadi Penggerak

Sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi, pihak sekolah juga menyatakan siap memberikan klarifikasi apabila diperlukan oleh Dinas Pendidikan maupun aparat pengawas.

Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan salah satu wali murid, Istiqomah, warga PPS Suci, Manyar. Ia menilai psikotes dapat membantu orang tua dan sekolah memahami potensi anak secara lebih mendalam sehingga proses pembelajaran dapat disesuaikan dengan karakter masing-masing siswa.

"Saya mendukung adanya psikotes ini. Orang tua jadi mengetahui potensi anak, sementara biayanya Rp65 ribu menurut saya masih sangat terjangkau. Yang penting juga tidak ada unsur paksaan dari sekolah," katanya.

Hal senada diungkapkan Irvan Rahardjo, wali murid asal Lumpur. Ia mengaku mengikuti sosialisasi yang digelar di aula sekolah dan menilai seluruh mekanisme psikotes telah dijelaskan secara terbuka kepada orang tua.

Baca juga: Dua Buronan Pembobol Rumah dan Bengkel di Gresik Ditangkap di Bali, Kerugian Korban Capai Rp300 Juta

"Semua sudah dipaparkan saat pertemuan tanggal 10 Juli. Setahu saya tidak ada yang menyampaikan keberatan, sehingga saya menyayangkan jika justru muncul persoalan dari pihak yang tidak mengikuti sosialisasi," ujarnya.

Irvan juga mengaku telah membandingkan tarif psikotes di sejumlah lembaga psikologi di Gresik dan Surabaya. Berdasarkan informasi yang diperolehnya, biaya psikotes umumnya berkisar antara Rp275 ribu hingga Rp500 ribu, tergantung jenis layanan dan materi yang diberikan.

Dengan perbandingan tersebut, ia menilai biaya Rp65 ribu yang dikenakan dalam program psikotes di SMPN 17 Gresik masih relatif ringan dan dapat membantu orang tua memperoleh layanan pemetaan potensi anak dengan biaya yang lebih terjangkau.

Ia berharap apabila masih terdapat pertanyaan atau keberatan dari wali murid, hal tersebut dapat dikomunikasikan langsung melalui komite sekolah maupun pihak sekolah sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan melalui dialog yang baik. did

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru