Gresik Raih Peringkat Pertama Indeks Perlindungan Anak se-Jatim, Masuk Tiga Besar Nasional

author M. Aidid Koresponden Gresik

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kabupaten Gresik berhasil meraih peringkat pertama Indeks Perlindungan Anak (IPA) tingkat Jawa Timur dan menempati posisi tiga besar secara nasional. SP/ MAIDID
Kabupaten Gresik berhasil meraih peringkat pertama Indeks Perlindungan Anak (IPA) tingkat Jawa Timur dan menempati posisi tiga besar secara nasional. SP/ MAIDID

i

SURABAYAPAGI.com, Pasuruan – Komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik dalam memenuhi hak dan memberikan perlindungan kepada anak kembali mendapat pengakuan. Kabupaten Gresik berhasil meraih peringkat pertama Indeks Perlindungan Anak (IPA) tingkat Jawa Timur dan menempati posisi tiga besar secara nasional.

Penghargaan tersebut diterima Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Provinsi Jawa Timur di kawasan wisata Pintu Langit, Prigen, Kabupaten Pasuruan, Selasa (28/7/2026).

Pencapaian itu menjadi bukti keberhasilan berbagai upaya Pemkab Gresik dalam membangun ekosistem yang mendukung pemenuhan hak dan perlindungan anak. Kebijakan dan program yang dijalankan mencakup sektor pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, pemenuhan gizi, hingga penciptaan lingkungan yang aman dan ramah anak.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi Pemkab Gresik untuk terus memperkuat komitmen dalam memberikan perlindungan terbaik bagi anak-anak.

"Penghargaan ini menjadi motivasi kami untuk terus berjuang memberikan perlindungan terhadap anak-anak di Gresik. Ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik dalam membangun lingkungan yang ramah anak sekaligus mendorong pemenuhan hak-hak anak melalui kebijakan dan program yang berkelanjutan," ujarnya.

Menurutnya, perlindungan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Setiap anak harus mendapatkan kesempatan untuk tumbuh, belajar, hidup sehat, terlindungi, serta berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya.

"Mari kita sayangi anak, lindungi mereka, karena anak-anak kita adalah calon pemimpin masa depan. Investasi terbaik yang dapat kita lakukan adalah memastikan mereka tumbuh sehat, memperoleh pendidikan yang berkualitas, mendapatkan perlindungan, serta memiliki ruang untuk mengembangkan karakter, kreativitas, dan prestasinya," tutur Bupati Yani.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengapresiasi berbagai langkah yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan dalam momentum HAN tersebut adalah Perisai Anak atau Ekosistem Perlindungan Anak di Ruang Digital. Program ini dirancang sebagai langkah strategis untuk menghadirkan ruang digital yang lebih aman bagi anak sekaligus menekan potensi kekerasan dan dampak negatif yang dapat muncul dari aktivitas digital.

"Pemprov Jatim benar-benar memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak, bukti nyata telah memberikan layanan seperti Perisai Anak yang akan melindungi perempuan dan anak di Jawa Timur," kata Arifah.

Arifah juga mengingatkan para orang tua agar meningkatkan perhatian terhadap aktivitas digital anak. Menurutnya, perkembangan teknologi dan media sosial menghadirkan tantangan baru yang membutuhkan keterlibatan aktif keluarga.

Orang tua, lanjut dia, dapat mengambil peran sederhana namun berdampak besar dengan menjadi teman berbicara bagi anak, memberikan teladan dalam penggunaan gawai, serta menjadi pendengar pertama tanpa terburu-buru menghakimi.

Ia menegaskan, persoalan kekerasan dan berbagai tantangan yang dihadapi anak di era modern tidak dapat ditangani oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, sekolah, keluarga, dan seluruh pemangku kepentingan.

"Masalah kekerasan dan tantangan yang dihadapi anak-anak di era modern tidak bisa diselesaikan oleh satu instansi saja. Untuk itu, saya mengajak seluruh pemangku kepentingan mulai dari aparat penegak hukum, pemerintah daerah, sekolah, hingga orang tua untuk berkolaborasi bersama," tandasnya.

Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Anak (KBPPPA) Gresik, dr. Titik Ernawati, menambahkan, capaian Kabupaten Gresik tersebut merupakan hasil penilaian terhadap sejumlah kluster pemenuhan hak anak.

Penilaian tersebut antara lain mencakup hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, serta kesehatan dasar dan kesejahteraan.

"Ini akan menjadi pemicu semangat kami ke depan dalam meningkatkan nilai indeks perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak di Gresik. Harapannya, ke depan Kabupaten Gresik dapat mempertahankan peringkat pertama di Jawa Timur dan naik level di tingkat nasional," ujarnya.

Puncak HAN ke-42 tingkat Provinsi Jawa Timur tersebut turut diwarnai berbagai penampilan kreatif anak-anak. Ratusan siswa menampilkan beragam bakat, mulai dari tarian daerah dan pembacaan puisi hingga atraksi baris-berbaris polisi anak dari Sekolah Rakyat Terintegrasi Kota Pasuruan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sesditjen Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Mediodecci Lustarini, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, Kepala Dinas P3AK Provinsi Jawa Timur Sufi Agustini, Kepala Dinas KBPPPA Gresik Titik Ernawati, serta sejumlah undangan lainnya. did

Tag :

Berita Terbaru

Industri Kecantikan Lokal Menguat, Produk Dalam Negeri Dominasi Platform Ritel

Industri Kecantikan Lokal Menguat, Produk Dalam Negeri Dominasi Platform Ritel

Selasa, 28 Jul 2026 20:35 WIB

Selasa, 28 Jul 2026 20:35 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Industri kecantikan dalam negeri menunjukkan tren pertumbuhan positif seiring meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap produk l…

Pusaran Pungli ESDM Meluas, Kejati Jatim Tetapkan Tersangka Keempat dalam Kasus Perizinan Air Tanah

Pusaran Pungli ESDM Meluas, Kejati Jatim Tetapkan Tersangka Keempat dalam Kasus Perizinan Air Tanah

Selasa, 28 Jul 2026 20:16 WIB

Selasa, 28 Jul 2026 20:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Penyidikan kasus dugaan korupsi berupa penyalahgunaan wewenang dan pungutan liar (pungli) dalam proses penerbitan perizinan air t…

Komisi A DPRD Surabaya Berhasil Selesaikan Polemik 13 Tahun Pembangunan Gereja Santo Yusup

Komisi A DPRD Surabaya Berhasil Selesaikan Polemik 13 Tahun Pembangunan Gereja Santo Yusup

Selasa, 28 Jul 2026 20:14 WIB

Selasa, 28 Jul 2026 20:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Polemik berkepanjangan terkait penolakan warga terhadap pembangunan Gereja Santo Yusup di kawasan Karangpilang berhasil…

DPRD Ponorogo Desak BGN Tutup Permanen SPPG yang Cemari Lingkungan dan IPAL Tak Standar

DPRD Ponorogo Desak BGN Tutup Permanen SPPG yang Cemari Lingkungan dan IPAL Tak Standar

Selasa, 28 Jul 2026 18:17 WIB

Selasa, 28 Jul 2026 18:17 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Penataan ulang operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ponorogo…

Bursa Calon Wakil Bupati Ponorogo Memanas, PKB Tunggu Kepastian Hukum, Demokrat dan Golkar Buka Kandidat 

Bursa Calon Wakil Bupati Ponorogo Memanas, PKB Tunggu Kepastian Hukum, Demokrat dan Golkar Buka Kandidat 

Selasa, 28 Jul 2026 18:13 WIB

Selasa, 28 Jul 2026 18:13 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Kendati proses hukum yang menjerat Bupati Ponorogo non aktif Sugiri Sancoko belum incrah di Pengadilan Tipikor Surabaya, namun bursa…

Jelang HUT ke 81 RI, PLN Hadirkan Listrik Andal untuk Piala Presiden Elite 2026

Jelang HUT ke 81 RI, PLN Hadirkan Listrik Andal untuk Piala Presiden Elite 2026

Selasa, 28 Jul 2026 17:31 WIB

Selasa, 28 Jul 2026 17:31 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Semarak pertandingan sepak bola Piala Presiden Elite 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, turut didukung oleh keandalan pasokan …