SURABAYAPAGI.com, Jombang - Masyarakat Kabupaten Jombang bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat dengan Paguyuban Sampurnaning Damar Panuluh baru saja sukses menyelenggarakan kegiatan ruwatan massal yang dipusatkan di Dusun Bedandar, Desa Sumbergondang, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang. Sekaligus sebagai langkah strategis dalam pelestarian tradisi budaya Jawa yang masih terus hidup dan berkembang di tengah dinamika masyarakat modern saat ini.
Kehadiran ruwatan masal ini disambut dengan antusiasme tinggi. Dimana, kesuksesan acara ini adalah buah dari kerja keras komunitas dalam menjaga warisan nenek moyang agar tidak lekang oleh waktu. Data dari panitia menunjukkan bahwa ruwatan massal tahun ini diikuti oleh 98 kepala keluarga. Selain itu, terdapat lebih dari 200 anak yang masuk dalam kategori Sukerto yang turut serta dalam prosesi tersebut
Baca juga: Peternak di Jombang Dilanda Situasi Sulit: Harga Telur Anjlok, Pakan Meroket
Tingginya angka partisipasi masyarakat ini menjadi bukti nyata bahwa tradisi ruatan masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat dan dipercaya memiliki makna penting bagi kehidupan sosial budaya mereka. Sehingga, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antar warga. Kebersamaan yang tercipta dalam acara tersebut menunjukkan betapa kuatnya ikatan sosial di masyarakat desa.
Baca juga: MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi di Jombang Mundur 31 Juli Imbas Fasilitas Belum Siap
Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan-kegiatan berbasis kebudayaan di masa depan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan nilai-nilai kearifan lokal tetap terjaga. Selain ruwatan, dalam acara tersebut juga ditampilkan pagelaran campursari yang menambah kemeriahan suasana. Perpaduan antara seni tradisional dan antusiasme warga menciptakan suasana yang hangat, Senin (20/07/2026).
Baca juga: MPLS Sekolah Rakyat di Jombang Diundur Imbas Gedung Belum Rampung
Masyarakat pun berharap tradisi serupa tetap dijaga kelestariannya. Selain menjaga identitas budaya, kegiatan ini juga dinilai mampu meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya menghargai warisan leluhur. Dengan berakhirnya prosesi ini, diharapkan segala doa dan harapan para peserta dapat terkabul, sekaligus wujud nyata pelestarian budaya terus dikobarkan di setiap desa. jb-01/dsy
Editor : Redaksi