Musim Kemarau, Puluhan Warga di Jombang Meninggal Dunia Akibat Pneumonia

surabayapagi.com
RSUD Jombang, Jawa Timur menangani ratusan pasien penderita ISPA di tengah musim kemarau. SP/ JBG

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Selama musim kemarau sebanyak 52 warga di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, meninggal dunia akibat pneumonia dalam enam setengah bulan terakhir. Jumlah pasien pneumonia terus. Setiap hari, rumah sakit tersebut menerima dua hingga tiga pasien baru yang merupakan rujukan dari berbagai puskesmas di Kabupaten Jombang.

Pasalnya, musim kemarau menjadi salah satu faktor yang memicu meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang dapat berkembang menjadi pneumonia. Dan sepanjang enam setengah bulan terakhir tercatat sebanyak 617 pasien pneumonia menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

Baca juga: Lewat Program ‘Si Ratu’, Pemkab Madiun luncurkan Operasional Mobil Rontgen Keliling

"Memang di musim kemarau yang cukup terik ini kasus ISPA cukup tinggi sekali. Hampir setiap hari kami menerima 2-3 pasien. Jadi kalau kita akumulasi dalam satu bulan antara 75-80 pasien kiuta rawat," ujar Direktur RSUD Jombang, dr. Puji Umbaran, Kamis (23/07/2026).

Baca juga: Hadapi Ancaman Zoonosis, Pemkot Surabaya Perkuat Sistem Surveilans dan Komunikasi

Dari jumlah tersebut, sebanyak 52 pasien dinyatakan meninggal dunia. Menurut dr. Puji, angka kematian tersebut cukup mengkhawatirkan dan berpotensi terus bertambah apabila masyarakat tidak meningkatkan kewaspadaan. "Dari Januari sampai Juli ini kita merawat 617 kasus dengan berbagai tingkatan. Ada 52 kasus yang meninggal dunia," ucapnya.

Baca juga: Tetapkan Siaga Darurat Kemarau, BPBD Petakan 13 Desa di Malang Rawan Kekeringan

Perlu diketahui, pneumonia merupakan infeksi atau peradangan pada paru-paru yang menyebabkan kantong udara terisi cairan. Penyakit ini umumnya diawali dengan ISPA dan lebih sering ditemukan saat musim kemarau. Sehingga, untuk menekan angka kasus, dr. Puji mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama ketika cuaca terik, berangin, dan berdebu untuk mencegah ISPA yang dapat berkembang menjadi pneumonia. jb-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru