SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemerintah Desa (Pemdes) Suwaluh, Kecamatan Balongbendo, menanam ribuan aneka bibit buah - buahan di lahan seluas 3 hektar yang berlokasi di RT 09, RW 03. Hal ini untuk mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah.
"Jenis bibit buah yang kami tanam adalah buah mangga, jambu, alpukat dan jeruk pecel. Sumber anggaranya dari dana desa yang disalurkan sebagai penyertaan modal BUMDes," kata Kepala Desa (Kades) Suwaluh, Haji Nuryono, saat ditemui Surabaya Pagi diruang kerjanya, Senin ( 27/7/2026)
Baca juga: Warga Mutiara Regency dan Pengacara Kompak Hadapi Arogansi Banding Bupati Subandi
Alasan memilih bibit tanaman buah - buahan, karena perawatannya mudah dan buahnya juga memiliki nilai ekonomis, karena bisa diolah menjadi aneka produk makanan dan minuman yang bernilai jual tinggi.
Dengan penanaman ribuan bibit buah tersebut, diharapkan Desa Suwaluh bisa menjadi sebagai sentra buah - buahan. Selain mendukung program ketahanan pangan, Kades Haji Nuryono, berharap nantinya juga bisa mendukung pengembangan UMKM lokal untuk mengolah buah - buahan menjadi berbagai produk bernilai tambah.
Baca juga: Sepi Pembeli, Harga Daging Sapi di Pasar Porong Tembus hingga Rp140 Ribu/Kg
"Kami juga menargetkan, nantinya Desa Suwaluh bisa menjadi salah satu destinasi wisata baru di Sidoarjo," ungkapnya.
Program yang digagas Pemdes Suwaluh ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kecamatan Balongbendo, Dinas Pertanian, UMKM, serta masyarakat.
Baca juga: Dugaan Korupsi Anggaran Desa Mliriprowo, Kejari Sidoarjo Sudah Kantongi Bakal Calon Tersangka
Sementara itu, Camat Balongbendo, Ardi Anindita, menambahkan setiap desa bisa menjadi sentra minimal dua jenis buah, sesuai dengan kondisi setempat. Selain untuk ketahanan pangan, upaya ini diharapkan dapat menarik minat wisatawan, terutama mereka yang berkunjung untuk wisata.
"Dengan adanya kebun buah, Desa Suwaluh berpotensi menjadi destinasi agrowisata, yang sekaligus membuka peluang lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar," ujarnya. jum
Editor : Redaksi