Produksi Hingga 8.000 Lumpia per Hari, Kampung Lumpia Surabaya Diminta Bebas Pajak Berat

surabayapagi.com

SurabayaPagi, Surabaya – Anggota DPR RI Komisi VII, Bambang Haryo Soekartono (BHS), mengunjungi Kampung Lumpia Ngaglik, Surabaya, yang belakangan viral di media sosial.

Kawasan tersebut dikenal sebagai sentra kuliner dengan sekitar 10 pedagang lumpia yang aktif berproduksi setiap hari.

Baca juga: Lewat Program BSPS 2026, DPR Apresiasi Transparansi dan Perluasan Penerima Hingga 400 Ribu Unit Nasional

Dalam kunjungannya, BHS meninjau langsung salah satu pelaku usaha, Kasmono, yang mampu memproduksi sekitar 4.000 lumpia per hari dan meningkat hingga 6.000–8.000 lumpia pada akhir pekan atau saat momentum tertentu seperti pertandingan sepak bola.

BHS menilai Kampung Lumpia sebagai aset ekonomi lokal yang perlu mendapat perhatian dan pembinaan.

Ia menekankan pentingnya kebijakan yang tidak memberatkan pelaku usaha, khususnya terkait pajak, agar UMKM dapat terus berkembang.

“Ini merupakan aset Kota Surabaya yang harus dibina. Jangan sampai diberi beban pajak yang justru menghambat perkembangan usaha mereka,” ujar BHS.

Ia juga mendorong para pelaku UMKM untuk memanfaatkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang digagas pemerintah. Menurutnya, saat ini KUR dapat diakses hingga Rp100 juta tanpa agunan, dengan bunga yang telah diturunkan menjadi sekitar 6 persen.

Baca juga: Apresiasi Stabilitas Harga Pangan di Surabaya, DPR RI Soroti Infrastruktur Pasar

Selain itu, program pembiayaan lain seperti Mekaar juga mengalami penurunan bunga dari sebelumnya 26–30 persen menjadi sekitar 8 persen.

“Kebijakan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan UMKM yang pada akhirnya berdampak pada perekonomian daerah maupun nasional,” tambahnya.

Sebagai bentuk dukungan, BHS turut memberikan bantuan berupa alat pemadam kebakaran dan perangkat CCTV untuk meningkatkan keamanan di kawasan Kampung Lumpia.

Baca juga: Libatkan Konten Kreator, DPR Dorong Branding Pariwisata Jatim Tembus Pasar Global

Sementara itu, Kasmono mengungkapkan bahwa usahanya tidak hanya memenuhi permintaan pasar lokal Surabaya, tetapi juga telah menjangkau berbagai daerah lain seperti Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Krian, Solo, hingga Sragen.

Ia mengapresiasi kunjungan BHS yang dinilai membawa perhatian terhadap perkembangan UMKM, serta berharap adanya program pembinaan dan promosi agar Kampung Lumpia semakin dikenal luas oleh masyarakat.

“Harapannya ke depan ada dukungan promosi dan pembinaan, supaya usaha kami bisa berkembang lebih besar,” ujar Kasmono.

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru