Puncak Kemarau, BPBD Ponorogo Salurkan Air Bersih Terdampak Kekeringan

surabayapagi.com
Petugas BPBD Ponorogo menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan. SP/Foto:BPBD Ponorogo

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Seiring meningkatnya kebutuhan air pada puncak musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur mulai menyalurkan bantuan air bersih ke dua lokasi yang terdampak kekeringan, yakni SMAN 1 Jenangan dan Dukuh Bungur, Desa Munggu, Kecamatan Bungkal.

Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo Masun mengatakan, saat ini BPBD terlebih dahulu melakukan asesmen lapangan untuk memastikan kebutuhan air bersih di lokasi terdampak sebelum menyalurkan bantuan. "Sejauh ini ada dua permohonan dropping air bersih, yaitu dari SMAN 1 Jenangan dan Dukuh Bungur, Desa Munggu, Kecamatan Bungkal," jelasnya, Selasa (28/07/2026).

Baca juga: Musim Kemarau, Puluhan Warga di Jombang Meninggal Dunia Akibat Pneumonia

Ia menjelaskan SMAN 1 Jenangan hampir setiap tahun mengalami kekurangan pasokan air saat musim kemarau. Kebutuhan air di sekolah tersebut selama ini dipenuhi melalui jaringan Perumda Air Minum dan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), namun debit air belum mencukupi saat aktivitas sekolah meningkat.

Baca juga: Tetapkan Siaga Darurat Kemarau, BPBD Petakan 13 Desa di Malang Rawan Kekeringan

"Karena itu kebutuhan air bersih di sekolah harus dibantu melalui penyaluran air dari BPBD," ujarnya.

Sementara itu, kekeringan di Dukuh Bungur telah berdampak pada sekitar 153 jiwa. Sebelum distribusi dilakukan, petugas memeriksa jumlah warga terdampak, kondisi tandon penampungan, serta kelayakan jeriken bantuan.

Baca juga: Krisis Air, BPBD Tulungagung Salurkan Bantuan Air Bersih ke Ratusan KK Terdampak Kekeringan

Oleh karenanya, BPBD akan terus memantau perkembangan dampak musim kemarau di seluruh wilayah Ponorogo. Distribusi air bersih akan diperluas apabila wilayah terdampak kekeringan bertambah. Serta mengimbau masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih segera melapor kepada pemerintah desa untuk diteruskan kepada BPBD agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat. pn-1/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru