SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Desa Cangkringturi, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo berusaha membangun desanya secara merata. Karenanya, program ketahanan pangan dan pembangunan fisik direalisasikan secara bersamaan.
Program ketahanan pangan tidak bisa serta merta dijalankan. Butuh pertimbangan matang untuk merealisasikannya. Salah satunya potensi desa dan masalah sumber daya manusia (SDM) pengelolanya.
Baca juga: Melalui BUMDes, Pemdes Simpang Kembangkan Usaha Ternak Kambing
Seperti dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) Cangkringturi yang kini merealisasikan program ketahanan pangan dengan beternak kambing. Kepala Desa (Kades) Cangkringturi, H. Moch. Mahfud, mengatakan, pemerintah desa begitu serius merealisasikan program ketahanan pangan.
Untuk menyukseskannya, pemerintah desa mengalokasikan anggaran Rp 171 juta. Anggaran ini digunakan untuk membeli kambing dan biaya operasional.
Baca juga: Perkuat Ketahanan Pangan, BUMDes Kedungsugo Budidaya Melon Hidroponik
“Sudah kami pertimbangkan. Baik dari sisi potensi desa maupun SDM-nya. Ketahanan pangan yang cocok adalah peternakan kambing,” katanya,saat ditemui Surabaya Pagi diruang kerjanya, Kamis (6/8/2026)
Unit usaha ini dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Putra Jaya. Saat ini pengelola unit usaha membesarkan 55 ekor kambing di kandang komunal di RT 03, RW 02, Dusun Turi.
Baca juga: Modal Usaha BUMDes Temu Diduga Jadi Bancakan, Pemuda Lira Ancam Lapor ke APH
Kambing yang pelihara diberi pakan kombinasi khusus, berupa hijauan. Dengan pakan ini kebutuhan nutrisi kambing lebih terjaga. Kades Mahfud mengatakan, saat ini pengelola masih fokus terhadap pembesaran dan pengembangbiakan kambing.
“Kandang kambing dibuat komunal. Tapi, setiap populasinya disekat. Agar lebih terjaga, sehingga proses pembesarannya bisa lebih maksimal,” pungkasnya. jum
Editor : Redaksi