SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Guna memperkuat kesiapsiagaan penanganan bencana dan kebutuhan darurat lainnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, telah mengusulkan penambahan anggaran belanja tidak terduga (BTT) sebesar 297,08 persen atau Rp14,85 miliar, dari Rp5 miliar menjadi Rp19,85 miliar dalam APBD Perubahan 2026.
Adanya usulan tersebut diajukan karena alokasi BTT yang tersedia saat ini mulai menipis setelah digunakan untuk berbagai penanganan kondisi darurat, termasuk pembangunan jembatan darurat dan kegiatan mitigasi bencana, sekaligus menindaklanjuti rekomendasi Badan Anggaran DPRD Ponorogo agar pemerintah daerah memiliki ruang fiskal yang cukup untuk merespons kondisi darurat secara cepat.
“Penambahan BTT ini sangat krusial karena alokasi yang ada sudah relatif menipis. Sebelumnya banyak digunakan untuk penanganan kebutuhan darurat, termasuk pembangunan jembatan darurat dan kegiatan mitigasi bencana,” ujar Sekretaris Daerah Ponorogo Agus Sugiarto, Minggu (20/09/2026).
Nantinya, dana BTT disiapkan untuk mengantisipasi berbagai potensi bencana hingga akhir tahun, mulai dampak kemarau panjang hingga ancaman hidrometeorologi yang berpotensi muncul saat musim hujan.
Selain memperkuat kesiapsiagaan bencana, rancangan APBD Perubahan 2026 juga mengalokasikan anggaran untuk peningkatan infrastruktur jalan, penguatan layanan publik, dan pengelolaan lingkungan hidup. Sehingga, Pemkab Ponorogo berharap tambahan BTT tersebut dapat memastikan penanganan kondisi darurat dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan cepat dan efektif hingga akhir tahun. pn-01/dsy
Editor : Redaksi