SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam rangka untuk mendukung program Kampung Pancasila di 1.360 rukun warga di wilayah setempat, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melibatkan 102 perguruan tinggi (PT) dan akademi untuk mendampingi pelaksanaan tersebut. Hal itu karena, perguruan tinggi memiliki sumber daya yang dapat dikolaborasikan dengan masyarakat mulai dari peneliti, inovator hingga inventor.
Sehingga, adanya keterlibatan perguruan tinggi tersebut diarahkan untuk memperkuat pengembangan kampung melalui dukungan sumber daya akademik, penelitian, inovasi, serta pendampingan terhadap masyarakat, sekaligus mampu membantu masyarakat mengidentifikasi persoalan sekaligus menggali potensi yang dapat dikembangkan di masing-masing kampung.
"Kampus-kampus di Surabaya baik negeri maupun swasta itu memang kita yakini mempunyai kemampuan cukup besar untuk turut membantu pelaksanaan program-program yang ada di Kota Surabaya," ujar Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surabaya Agus Imam Sonhaji, Minggu (20/09/2026).
Dengan demikian, pembangunan tidak hanya bertumpu pada tingkat kota, tetapi dimulai dari lingkungan masyarakat. Selain itu, dukungan perguruan tinggi terhadap seluruh RW menjadi salah satu kekuatan untuk menyukseskan program Kampung Pancasila. Kolaborasi tersebut diharapkan turut mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Nah, ini kalau semua jalan didukung kampus itu maka harapan kita program Kampung Pancasila ini bisa sukses menyejahterakan Kota Surabaya," ujar Agus.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya Eddy Christijanto mengatakan 1.360 RW memiliki kesempatan untuk mengikuti rangkaian Lomba Kampung Pancasila 2026. Oleh karenanya, pihaknya turut mengajak seluruh RW di Surabaya berpartisipasi dalam program tersebut. Menurutnya, seluruh wilayah memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan penerapan nilai-nilai Pancasila di lingkungan masing-masing. sb-02/dsy
Editor : Redaksi