SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Melalui Pendampingan oleh Tim Ahli atau On the Job Training (OJT) bagi puskesmas, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo terus memperkuat kemampuan tenaga kesehatan di puskesmas dalam memberikan pelayanan kepada ibu hamil, terutama yang menghadapi risiko komplikasi.
Pendampingan difokuskan pada peningkatan kemampuan tenaga kesehatan dalam melakukan deteksi dini dan penanganan awal kehamilan berisiko, khususnya kasus perdarahan dan preeklamsia. Pasalnya, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan menjadi bagian penting dalam memperkuat pelayanan kesehatan ibu di tingkat puskesmas.
Baca juga: Cegah Stunting Sejak Pra-Nikah, Dinkes Probolinggo Perkuat Skrining Calon Pengantin
“Pendampingan ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi AMPSR. Kami ingin memastikan tenaga kesehatan di puskesmas semakin siap dalam melakukan deteksi dini, memberikan penanganan awal dan mengambil keputusan yang tepat ketika menemukan ibu hamil dengan kondisi berisiko,” ujar Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo Sri Wahyu Utami, Kamis (13/08/2026).
Baca juga: Skrining ACF TBC, Dinkes Probolinggo Gencarkan Layanan Mobile X-Ray
Menurutnya, puskesmas memiliki peran strategis karena menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Sehingga, keterlibatan berbagai profesi dalam pendampingan memberikan penguatan yang lebih komprehensif.
Tenaga kesehatan puskesmas tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai penanganan medis, tetapi juga memperoleh pemahaman mengenai koordinasi pelayanan dan proses rujukan. Melalui metode OJT, peserta mendapatkan penguatan terkait identifikasi faktor risiko kehamilan, penanganan awal komplikasi, stabilisasi pasien serta persiapan rujukan apabila diperlukan.
Baca juga: Dinkes Probolinggo Tandatangani Pakta Integritas Komitmen Antikorupsi
Langkah tersebut diharapkan turut memperkuat kualitas pelayanan antenatal sekaligus mendukung upaya pemerintah daerah menekan angka kesakitan dan kematian ibu di Kabupaten Probolinggo. “Kami berharap setelah kegiatan ini teman-teman di puskesmas semakin percaya diri dan terampil dalam memberikan pelayanan kepada ibu hamil. Ketika ditemukan tanda bahaya, bisa segera dilakukan tindakan yang tepat dan tidak terlambat dalam menentukan rujukan,” jelasnya. pr-02/dsy
Editor : Redaksi