SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek, kembali melaksanakan program bedah 17 rumah tidak layak huni sebagai bagian dari tradisi gotong royong sekaligus bentuk kepedulian sosial untuk membantu masyarakat memperoleh hunian yang lebih layak.
Lebih lanjut, program bedah rumah tersebut menjadi tradisi yang terus dipertahankan karena mencerminkan semangat gotong royong dalam mengisi kemerdekaan. Sehingga, makna kemerdekaan juga dapat diwujudkan melalui pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk menyediakan tempat tinggal yang aman dan tidak lagi mengalami kebocoran.
Baca juga: Pelaksanaan CFD Dongkrak Omzet UMKM, Pemkab Trenggalek Sebut Capai Ratusan Juta
Salah satu rumah penerima program milik Hasan Ashari di Kelurahan Tamanan, Kecamatan Trenggalek, yang sebelumnya berdinding bambu kini telah diperbaiki menjadi hunian yang lebih aman dan layak, setelah mendapat dukungan dari Baznas Trenggalek, TNI-Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat sekitar.
Baca juga: Sukses Cegah Perkawinan Anak, Trenggalek Raih Peringkat Dua PPA Award Jatim 2026
"Ini menjadi tradisi di Kabupaten Trenggalek. Saat kita semua bergotong royong, aparatur bersedekah dan berzakat, bersama masyarakat serta pelaku usaha, manfaatnya bisa kembali dirasakan masyarakat. Kadang kemerdekaan itu sederhana. Merdeka dari atap yang bocor bagi sebagian orang merupakan kemewahan yang luar biasa," jelas Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, Selasa (18/08/2026).
Baca juga: Temukan Potensi Warisan Budaya, Pemkab Trenggalek Identifikasi Struktur Bata Kuno di Kamulan
Diketahui, untuk pembangunan rumah Hasan berlangsung lebih dari satu bulan dengan dukungan masyarakat yang bekerja secara bergantian dalam tiga sif. Program tersebut menunjukkan kolaborasi berbagai unsur dalam penanganan rumah tidak layak huni sekaligus memperkuat kepedulian sosial masyarakat dalam momentum peringatan kemerdekaan. tr-01/dsy
Editor : Redaksi