SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Sempat menjadi buah bibir sebagai destinasi favorit baru dalam beberapa bulan terakhir, justru saat ini pendakian Gunung Carenge via Dusun Lerpenang, Desa Kaligedang, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso ditutup imbas dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Desa Kaligedang, Sukarto, menjelaskan imbas penutupan destinasi tersebut, masyarakat sekitar mulai merasakan dampak ekonomi dari jasa ojek gunung seharga Rp 55.000 per perjalanan, pihak pemdes tetap mengambil tindakan tegas menonaktifkan jalur demi keselamatan para pendaki.
Baca juga: Titik Kebakaran Kawasan Gunung Arjuno-Welirang Hanguskan 146.85 Hektare
"Kami khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan karena saat ini sedang terjadi kebakaran hutan di sekitar Gunung Carenge. Langkah ini diambil untuk menjaga dan mengantisipasi jika ada pendaki yang nekat naik. Siapa yang nanti bertanggung jawab," tegas Sukarto, Selasa (25/08/2026).
Lebih lanjut, dan selama masa penutupan, pihak desa akan menyelesaikan proses legalitas pengelolaan. Langkah tersebut dimulai dari pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) hingga pengajuan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Perhutani Bondowoso.
Baca juga: Padamkan Karhutla di Kawasan Bromo, Damkar Surabaya Semprot 3.000 Liter Air
Pihaknya bersama Pokdarwis tengah menyiapkan berkas dan materi pemaparan. Ia juga memastikan bahwa sejauh ini Pemerintah Desa maupun warga setempat tidak pernah menarik biaya retribusi atau tiket masuk dari para pendaki.
"Saya sedang menyusun perencanaannya. Perlu ada kerja sama yang baik, baik ke Perhutani Bondowoso maupun Banyuwangi. Nanti akan kami paparkan," ujarnya.
Baca juga: Antisipasi Karhutla Bromo Tak Berulang, Pemkab Probolinggo Perkuat Mitigasi
Selanjutnya, Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso akan memberikan pendampingan serta edukasi terkait tata kelola dan kelembagaan. Bahkan pihaknya berencana bakal menggandeng Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) dalam memberikan pembekalan.
Hal ini bertujuan agar Pokdarwis memiliki pemahaman memadai mengenai kepariwisataan, keramahan (hospitality), serta standar keamanan wisata minat khusus. Disparbudpora juga siap menjembatani penyusunan PKS antara pemangku wilayah setempat dengan pihak Perhutani dan PTPN. bd-01/dsy
Editor : Redaksi