SurabayaPagi, Jakarta – Pasar otomotif Indonesia menghadapi tekanan sepanjang 2025 dengan kontraksi sekitar 10–12 persen. Namun, kondisi tersebut tidak menghambat pertumbuhan pembiayaan otomotif PT Bank Danamon Indonesia Tbk yang tercatat meningkat lebih dari 40 persen pada tahun fiskal 2025 dibandingkan tahun fiskal sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu capaian Danamon yang kemudian mendapat penghargaan Best Automobile Financing in Indonesia dalam ajang The Asian Banker Indonesia Awards 2026 yang berlangsung pada 20 Agustus 2026.
Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan penilaian International Advisory Council terhadap pencapaian transformasi institusi jasa keuangan dan dampaknya terhadap nasabah.
Consumer Funding & Wealth Business Head PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Ivan Jaya, mengatakan pembiayaan otomotif tidak hanya dilihat sebagai transaksi pembelian kendaraan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memperluas hubungan perbankan dengan nasabah.
“Kami melihat pembiayaan otomotif sebagai salah satu sarana untuk memperluas hubungan dengan nasabah dan memberikan nilai tambah dalam jangka panjang. Melalui sinergi MUFG, Danamon dan Adira Finance, kami tidak hanya membantu nasabah dalam memenuhi kebutuhan kepemilikan kendaraan, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang lebih terintegrasi melalui beragam solusi keuangan yang holistik di setiap tahap perjalanan finansial mereka. Pendekatan inilah yang menjadi salah satu fondasi bagi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan menciptakan nilai yang lebih besar bagi nasabah,” kata Ivan.
Menurut perusahaan, pertumbuhan pembiayaan tersebut ditopang penerapan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit serta fokus pada segmen nasabah emerging affluent dan affluent.
Strategi tersebut diarahkan untuk menjaga kualitas portofolio di tengah kondisi pasar otomotif yang mengalami tekanan.
Dalam skema pembiayaan yang dikembangkan Danamon, Adira Finance menangani pengembangan produk, operasional, serta proses penagihan. Sementara itu, Danamon berperan dalam distribusi melalui jaringan cabang, kanal digital, program payroll, dan relationship management.
Sinergi dengan MUFG juga menjadi bagian dari strategi akuisisi nasabah. Basis nasabah korporasi MUFG dimanfaatkan melalui program employee banking dan payroll-linked acquisition untuk membuka peluang mendapatkan nasabah baru.
Dari sisi digital, Danamon mengintegrasikan sejumlah tahapan pengajuan pembiayaan melalui aplikasi D-Bank PRO. Kanal tersebut memungkinkan nasabah melihat katalog kendaraan, melakukan simulasi pembiayaan, hingga mengajukan pembiayaan secara digital.
Perusahaan juga mengembangkan kegiatan bersama antara Danamon, Adira Finance, dan entitas MUFG Group, termasuk kegiatan test drive dan partisipasi dalam pameran otomotif seperti Indonesia International Motor Show (IIMS).
Di sisi pengelolaan risiko, Danamon menerapkan proses pra-seleksi serta menggunakan data internal terkait perilaku nasabah sebagai salah satu bahan dalam penilaian risiko pembiayaan.
Pendekatan tersebut digunakan untuk menyeimbangkan ekspansi pembiayaan dengan upaya menjaga kualitas portofolio.
Ivan mengatakan pengembangan ekosistem pembiayaan otomotif juga diarahkan untuk memperluas hubungan nasabah dengan produk perbankan lainnya.
“Ekosistem ini tidak hanya menghadirkan produk pembiayaan, tetapi juga mencerminkan komitmen Danamon untuk membangun hubungan perbankan yang lebih luas dengan nasabah. Kami melihat peluang untuk memperdalam hubungan tersebut melalui produk tabungan, deposito, Wealth Management, kartu kredit, dan layanan perbankan lainnya. Integrasi pembayaran angsuran melalui rekening tabungan Danamon juga diharapkan dapat memberikan kemudahan sekaligus memperkuat keterlibatan nasabah dan hubungan jangka panjang,” tambah Ivan.
Danamon saat ini melayani sekitar dua juta nasabah dengan jaringan distribusi di berbagai wilayah Indonesia. Capaian pertumbuhan pembiayaan otomotif tersebut menunjukkan strategi perusahaan untuk tetap melakukan ekspansi dengan mengandalkan segmentasi nasabah, sinergi antar-entitas, kanal digital, serta pengelolaan risiko di tengah pasar otomotif yang masih menghadapi tekanan.
Editor : Redaksi