SURABAYAPAGI.com, Madiun - Terserang virus gemini membuat sejumlah petani cabai rawit di Desa Tambakmas, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun merugi lantaran berdampak pada penurunan hasil panen secara drastis hingga panen cabai anjlok 80 persen.
Hal itu karena, penyakit yang ditularkan melalui kutu kebul tersebut membuat pertumbuhan tanaman terganggu, diantaranya menunjukkan gejala berupa daun melengkung dan keriting, kemudian menguning hingga kondisi tanaman semakin memburuk. Serangan virus gemini membuat tanaman cabai tumbuh kerdil. Buah cabai juga tidak berkembang secara normal sehingga produktivitas tanaman turun cukup tajam.
Baca juga: Dorong Penguatan Tata Kelola, 14 Desa di Madiun Naik Status Jadi Desa Mandiri
“Daunnya mulai keriting, melengkung, kemudian menguning. Kalau sudah seperti itu, pertumbuhan cabainya terganggu,” jelas Simun (60), salah satu petani yang terdampak, Rabu (26/08/2026).
Baca juga: Pemkab Madiun Bangun Sumur Bor di 30 Titik Puluhan Desa Terancam Kekeringan
Dalam kondisi normal, lahan yang ditanami sekitar 2.800 batang cabai mampu menghasilkan sekitar 40 hingga 50 kilogram cabai setiap kali petik. Namun, setelah terserang virus gemini, hasil panen Simun hanya berkisar 4 hingga 10 kilogram sekali petik. Oleh karenanya, Simun mengaku telah melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan serangan penyakit tersebut. Salah satunya dengan menyemprotkan insektisida dan pestisida secara rutin sejak tanaman berusia sekitar 15 hari dengan interval lima hingga tujuh hari sekali.
Namun, upaya tersebut belum mampu menghentikan serangan secara maksimal. Meski demikian, kerugian Simun semakin besar karena harga cabai rawit di tingkat tengkulak juga ikut turun. Jika sebelumnya cabai bisa dijual sekitar Rp40 ribu per kilogram, kini harganya hanya berkisar Rp25 ribu per kilogram.
Baca juga: Berkah Kemarau Panjang, Produksi Batu Bata Merah di Madiun Naik 2 Kali Lipat
Meski hasil panen turun dan harga cabai melemah, Simun memilih tetap merawat tanaman yang masih bertahan hingga masa panen berakhir. Ia juga mulai mempersiapkan penanaman cabai untuk siklus berikutnya. Dan berharap produktivitas tanaman cabai pada musim tanam berikutnya kembali meningkat sehingga biaya produksi yang dikeluarkan petani bisa lebih sebanding dengan hasil panen. md-02/dsy
Editor : Redaksi