Dukung Eliminasi TB 2030, Dinkes Trenggalek Gencar Jemput Bola Program CKG

surabayapagi.com
Kegiatan tracing tuberculosis (TB) terintegrasi dengan program cek kesehatan gratis (CKG) di Pogalan, Trenggalek. SP/TRG

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Melalui pengintegrasian pelayanan ‘jemput bola’ program Cek Kesehatan Gratis (CKG), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Trenggalek akan menggencarkan skrining tuberkulosis (TB) menggunakan rontgen portabel di Balai Desa Pogalan, Kecamatan Pogalan, yang diikuti lebih dari 100 warga, melampaui target 100 peserta untuk mempercepat deteksi penyakit menular dan tidak menular.

"Peserta menjalani pemeriksaan tekanan darah, skrining diabetes, hingga faktor risiko TB. Yang terindikasi langsung kami lanjutkan dengan rontgen gratis," jelas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Trenggalek drg Andiek Muarifin, Kamis (27/08/2026).

Baca juga: Dorong Fasilitasi Kesehatan Masyarakat, Dinkes Malang Kejar Target CKG Nasional 46 Persen

Pemeriksaan menggunakan alat radiologi portable bantuan Kementerian Kesehatan sehingga layanan dapat dibawa langsung ke desa. Sedangkan untuk hasil rontgen dikirim secara daring untuk dianalisis dokter dan menjadi dasar pemeriksaan lanjutan. Dan bagi warga yang terindikasi TB akan menjalani pemeriksaan sesuai prosedur, termasuk pengambilan sampel dahak dan pemeriksaan penunjang lainnya.

Baca juga: Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Dinkes Kota Malang Gencarkan Sosialisasi CKG ke Puskesmas

Oleh karena itu, adanya program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat penemuan kasus guna mendukung eliminasi TB pada 2030. Meski demikian, untuk tingkat keberhasilan pengobatan TB di Trenggalek saat ini sekitar 90 persen sehingga masyarakat diminta tidak ragu menjalani pemeriksaan.

Baca juga: Dinkes: 1.359 Warga Trenggalek Menderita Gangguan Jiwa, Pasien Didominasi Laki-Laki

Selain TB, CKG terus diperluas kepada seluruh kelompok usia, mulai ibu hamil, bayi, balita, remaja, dewasa hingga lansia melalui fasilitas kesehatan, sekolah dan layanan jemput bola di masyarakat. tr-02/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru