SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Baru-baru ini sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mulai mengeluhkan kesulitan mendapatkan beras jenis premium dan medium sebagai bahan baku utama usaha kuliner, dikarenakan ketersediaan beras premium dan medium disebut menipis di sejumlah toko kelontong maupun ritel modern.
Salah satu pedagang kaki lima (PKL) di Kecamatan Bondowoso, Naira, mengaku kesulitan mendapatkan beras sejak sekitar sepekan terakhir. Kondisi tersebut semakin parah dalam dua hari terakhir. "Susah sekali cari beras. Kosong sama sekali, bingung ini mau beli beras apa," ujar Naira, Kamis (10/09/2026).
Menurut Naira, kelangkaan beras di sejumlah tempat langganannya terjadi secara tiba-tiba. Ia menyebut kondisi tersebut muncul setelah beredar informasi mengenai rencana inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan pemerintah setempat. Sehingga, stok beras premium dan medium di sejumlah toko yang biasa menjadi tempatnya membeli beras disebut semakin terbatas.
"Biasanya di ritel modern, dan beberapa toko langganan tapi sekarang zonk (kosong)," katanya.
Meski adanya kelangkaan tersebut, dirinya pun enggan mengganti merek secara sembarangan karena khawatir perubahan jenis beras, memengaruhi cita rasa dan kualitas nasi yang disajikan kepada pelanggan. Kondisi tersebut juga membuatnya khawatir terhadap kemungkinan kenaikan harga beras. Meski harga yang ditemuinya sejauh ini belum mengalami perubahan signifikan, ia menilai kelangkaan stok dapat menjadi tanda adanya potensi kenaikan harga.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso, Dwi Hariyadi, berencana melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk mengetahui penyebab kondisi tersebut. Pemeriksaan akan menyasar sejumlah penggilingan beras.
Selain melakukan pengecekan, Diskoperindag Bondowoso juga berkoordinasi dengan Disperindag Jawa Timur terkait langkah stabilisasi stok dan harga beras. "Ya ini salah satunya sebagai upaya untuk memberikan kemudahan masyarakat untuk bisa membeli beras itu tadi, khususnya dengan harga sesuai HET," pungkas Dwi. bd-01/dsy
Editor : Redaksi