SURABAYAPAGI.com, Blitar - Nenek Suwarti berusia 70 tahun warga Kel. Beru, Kec. Wlingi, Kab. Blitar, tadi jelang Sholat Jumat, 28 Agustus 2026, sekitar pukul 11.00 didapati dalam sumur tua yang sekarang menjadi tempat pembuangan sampah warga setempat. Setelah dievakuasi oleh Damkar Kab. Blitar, korban dirujuk ke RSUD Wlingi.
Terjadinya nenek yang hidup sendirian itu, sekitar pukul 10.00 WIB, saksi Sriwidayati (adik kandung korban) saat akan membuang sampah di sumur tua / tempat pembuangan sampah belakang rumah kosong melihat ada sepasang sandal jepit di tepi sumur seperti sandal korban, kemudian saudari saksi Sriwidayati memanggil-manggil korban, dan terdengar jawaban minta minum air putih.
Baca juga: Kebakaran Melanda wilayah Kabupaten Blitar, Kurun Waktu Bulan Juli 2026 Capai Puluhan Kali.
Selanjutnya saksi Sriwidayati mencari asal suara tersebut, ternyata suara tersebut dari dalam sumur tua / tempat pembuangan sampah belakang rumah kosong.
Mengetahui korban saudari Suwarti di dalam sumur, kemudian saudari Sriwidayati meninggalkan sumur tersebut kemudian memberitahukan ke Suwarni (60) adik korban, bahwa korban berada di dalam sumur kosong. Langsung Sriwidayati dan saudari Suwarni memberitahukan ke saudara Mawan bahwa korban saudari Suwarti berada di dalam sumur kosong tersebut. Dengan kejadian tersebut, kemudian Saudara Mawan memberitahukan ke ketua RT bahwa korban saudari Suwarti terperosok ke dalam sumur kosong dan selanjutnya melapor ke kelurahan dan diteruskan ke Polsek Wlingi.
"Selanjutnya pihak kelurahan menerima laporan tersebut langsung menghubungi Call Center Pemadam Kebakaran menerangkan bahwa warganya ada yang terperosok ke dalam sumur. Setelah menerima informasi, petugas Damkar langsung menuju TKP dengan menyiapkan alat guna untuk melaksanakan evakuasi korban tersebut," kata Tedy Prasetyo, Kasi Pemadam Kebakaran pada Surabaya Pagi sore ini lewat ponselnya.
Selanjutnya sampai di lokasi, petugas Damkar bersama BPBD Kab. Blitar serta Muspika setempat berupaya mengevakuasi korban dari dalam sumur. Dalam tempo satu jam, korban dapat dievakuasi dengan selamat dan selanjutnya dibawa ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi guna proses pengobatan lebih lanjut. Saat proses evakuasi terdapat beberapa luka pada lutut kanan dan lutut kiri mengalami lecet serta kaki kanan dan kiri mengalami lecet.
Menurut keterangan saudaranya, korban kesehariannya sebagai tukang mencari rosok. Korban dalam keadaan sehat dan tidak mengalami gangguan jiwa, namun status lajang tua.
Menurut keterangan dari Polsek Wlingi, korban meninggalkan rumah sejak hari Kamis, (27/8/2026), sekira pukul 06.00 WIB, dan menurut keterangan saudara, korban tidak pulang ke rumah. Diduga mencari rosok, baru diketahui pada hari Jumat, 28 Agustus 2026, sekitar pukul 11.00 terperosok ke dalam pembuangan sampah. Les
Editor : Redaksi