Volume Air di Waduk Wonorejo Tulungagung Menyusut 7 Sentimeter Per Hari saat Musim Kemarau

surabayapagi.com
Salah satu petugas memperlihatkan susutnya permukaan air di Waduk Wonorejo Tulungagung. SP/ TLG

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Selama puncak musim kemarau, membuat permukaan air di Waduk Wonorejo Tulungagung terus menyusut di tahun ini. Diketahui, elevasi muka air waduk pada Kamis (27/8/2026) l tercatat berada di level 165,67 meter SHVP (Surabaya Haven Vloed Peil), sedangkan pada pola operasi seharusnya berada di kisaran 171,3 meter. 

Meski begitu Perum Jasa Tirta I selaku pengelola Waduk memastikan layanan irigasi pertanian dan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) masih berjalan normal, meski elevasi muka air waduk turun hingga 5,7 meter di bawah pola operasi akibat minimnya debit masuk. 

Baca juga: Puncak Kemarau: Pemkab Trenggalek Gelar Tradisi Metri Bumi, Ajak Warga Jaga Sumber Air

"Operasional waduk memang sudah berada di bawah pola, tetapi sampai saat ini masih cukup aman untuk melayani kebutuhan irigasi dan operasional PLTA," ujar Supervisor PJT I Wonorejo Edi Mustamar, Minggu (30/08/2026).

Baca juga: Ratusan Hektare Sawah Terdampak Jebolnya Dam Pacar di Tulungagung

Penurunan muka air terjadi karena hampir seluruh sungai yang berhulu di Pegunungan Wilis dan bermuara ke Waduk Wonorejo mengalami penurunan debit bahkan sebagian telah berhenti mengalir selama kemarau. Sedangkan rata-rata penurunan muka air waduk saat ini mencapai sekitar tujuh sentimeter per hari. 

Meski demikian, kondisi tersebut masih berada dalam batas aman berdasarkan simulasi operasional hingga akhir tahun. Dan apabila tidak terjadi hujan hingga akhir Oktober 2026, elevasi muka air masih berada pada kisaran 158,45 meter. Angka tersebut masih di atas batas minimum operasional PLTA sebesar 153 meter. 

Baca juga: Dear Warga Tulungagung! Yuk Manfaatkan Program Bebas Denda Pajak

Pengelola berharap hujan mulai turun pada awal musim penghujan sehingga debit masuk kembali meningkat dan elevasi waduk dapat pulih secara bertahap untuk menjaga keberlanjutan pasokan air bagi sektor pertanian dan energi di wilayah Tulungagung dan sekitarnya. "Semoga di bulan Oktober sudah ada hujan sehingga debit air meningkat lagi," pungkasnya. tl-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru