SURABAYAPAGI.com – Dalam survei yang dilakukan Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (PP ISEI),pertumbuhan ekonomi Indonesia positif.
Survei dilakukan secara online dan melibatkan 4.012 responden yang memiliki latar belakang ekonomi.
Baca juga: Survei SMRC: PDIP Parpol Teratas, 'Berkomitmen Lahirkan Calon-Calon Pemimpin Nasional'
Hasil survei menunjukkan para ekonom dan responden menilai positif pertumbuhan ekonomi pada semester I-2026. Hal itu tercermin dari indeks persepsi sebesar 60. Kinerja pertumbuhan ekonomi sekitar 5% dinilai menjadi modal untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi nasional.
Optimisme bahkan meningkat ketika responden ditanya mengenai prospek ekonomi pada semester II-2026. Indeks persepsi mencapai 62,3, lebih tinggi dibandingkan dengan semester I-2026.
“Para ekonom dan responden berlatar belakang ekonomi dan bisnis pada umumnya mempunyai persepsi positif terhadap pertumbuhan ekonomi pada semester 1 tahun 2026 ini (indeks 60).
Kinerja pertumbuhan 5 persen dinilai sebagai modal untuk terus mempertahankan pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Ekonom Senior sekaligus Pengurus Pusat ISEI, Didik J Rachbini, dalam keterangannya.
“Persepsi para ekonom dan responden berlatar belakang ekonomi dan bisnis tentang pertumbuhan ekonomi semester 2 yang akan datang optimis (indeks 62,3), seperti ditunjukkan dalam indeks yang lebih tinggi dibandingkan dengan indeks semester pertama,” lanjutnya.
Baca juga: Unggul 11 Persen di Survei SMRC, PDIP : ERJI Punya Narasi 'The Next Risma'
Optimisme tersebut juga terlihat dari pandangan responden terhadap kinerja ekspor. Ekspor dinilai akan tumbuh lebih baik dibandingkan impor, dengan indeks sebesar 60,3.
Untuk semester II-2026, keyakinan terhadap kinerja ekspor bahkan meningkat. Indeks persepsi mencapai 62. Meski demikian, responden masih kurang yakin terhadap kondisi pengangguran dan tingkat infl asi.
Optimisme para ekonom tersebut berbeda dengan hasil survei terhadap masyarakat secara umum. Didik membandingkannya dengan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada Juli 2026. Berdasarkan survei tersebut, penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional berada pada level terendah dalam beberapa tahun terakhir.
Sebanyak 49,4% responden menilai kondisi ekonomi nasional saat ini buruk atau sangat buruk. Sementara itu, hanya 15,7% masyarakat yang menilai kondisi ekonomi dalam keadaan baik atau sangat baik.
Perbedaan hasil tersebut dinilai berkaitan dengan karakteristik responden. Survei ISEI menggunakan metode purposive sampling dan secara khusus menyasar responden dengan latar belakang ekonomi dan bisnis. Sementara itu, survei terhadap publik secara umum menggunakan responden yang dipilih secara acak.
“Bagaimana survei ini bisa berbeda? Responden yang pertama (diambil secara purposive) adalah orang-orang yang memiliki pengetahuan lebih mendalam dibandingkan dengan survei publik, yang diambil secara acak,” ujar Didik.
“Survei yang pertama melihat keadaan lebih realistis karena mengetahui dengan lebih benar dibandingkan dengan yang kedua, yang lebih merupakan persepsi,” sambungnya. ec,he
Editor : Redaksi