SURABAYAPAGI.com, Kediri - Melalui pengadaan bibit untuk peremajaan tanaman serta edukasi kepada petani agar mempertahankan kualitas buah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri, menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga populasi sekaligus meningkatkan kualitas mangga podang Lereng Wilis (2.563 meter di atas permukaan laut/mdpl).
Apalagi sekarang ini komoditas hortikultura khas Kediri tersebut telah memperoleh sertifikat Indikasi Geografis (IG). Sertifikat IG mangga podang Lereng Wilis diserahkan Menteri Hukum Republik Indonesia Supratman Andi Agtas dan diterima Dewi Mariya Ulfa yang mewakili Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.
Nantinya, sertifikat tersebut diberikan setelah mangga podang Lereng Wilis melalui tahapan permohonan pendaftaran hingga pemeriksaan substantif sebagai bagian dari proses memperoleh perlindungan Indikasi Geografis. "Dengan diterimanya sertifikat itu, mangga podang ke depannya bisa diproduksi semakin banyak dan mempercantik kemasan, tak kalah penting juga bagaimana kita menjaga lahan," ujar Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa, Minggu (20/09/2026).
Disatu sisi, karakteristik mangga podang tidak terlepas dari kondisi tanah di kawasan lereng Gunung Wilis yang turut mempengaruhi rasa dan tekstur buah sehingga memiliki ciri khas ketika dibandingkan dengan mangga yang ditanam di luar kawasan tersebut. Sehingga, edukasi kepada petani juga mencakup larangan penggunaan bahan atau perlakuan tertentu untuk mempercepat pematangan buah atau booster yang dapat mempengaruhi kualitas mangga podang.
"Kami juga terus mengedukasi petani untuk menjaga kualitas dari mangga podang itu. Dengan menjaganya melakukan peremajaan secara kontinu dan menjaga kualitas buahnya," ujar Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa, Minggu (20/09/2026).
Ia berharap peningkatan kualitas produksi dan kemasan dapat mendukung mangga podang memiliki nilai jual yang semakin baik sehingga mampu bersaing dengan berbagai produk mangga yang dipasarkan di pasar modern. "Harganya diharapkan juga bisa bersaing dengan mangga-mangga yang ada di supermarket-supermarket," katanya. kd-01/dsy
Editor : Redaksi