Hadapi Kemarau, Pemkab Optimalkan Cadangan Air Waduk dan Rawa untuk Irigasi

surabayapagi.com
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi meninjau pompa pengairan sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan air untuk sektor pertanian di Lamongan. SP/LMG

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Sebagai salah satu langkah strategis dalam memenuhi kebutuhan irigasi dan mendukung sektor pertanian menghadapi musim kemarau, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, mulai mengoptimalkan cadangan air di 44 waduk dan rawa. Pasalnya, ketersediaan air dan dukungan infrastruktur pengairan menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas pertanian pada Musim Tanam (MT) II 2026.

Diketahui, berdasarkan data Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Lamongan, total volume tampungan 44 waduk dan rawa mencapai 116.381.954 meter kubik. Dari jumlah tersebut, sekitar 80,4 juta meter kubik atau 70 persen telah digunakan, sedangkan 35,9 juta meter kubik atau 30 persen masih tersedia.

Baca juga: Hadapi Kekeringan, Pemkab Situbondo Tambah Distribusi 5.000 Liter Air ke Desa Terdampak

“Alhamdulillah, kekeringan di Lamongan pada MT II bisa kita atasi dengan baik. Ini tentu berkat kerja bersama dan dukungan infrastruktur pengairan yang terus kita bangun,” ujar Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Rabu (02/09/2026).

Lebih lanjut, ia menjelaskan cadangan air tersebut mendukung pengelolaan lahan pertanian, meliputi 19.059 hektare tanaman padi yang terdiri atas 16.021 hektare pada MT II dan 3.038 hektare pada MT III. Selain itu, terdapat 5.314 hektare tanaman palawija dan 185 hektare tambak. Sementara itu, untuk ketersediaan air baku hingga Agustus 2026 tercatat 504.101,48 meter kubik. 

Baca juga: Pemkab Mojokerto Gelontor Bantuan Pertanian dan Peternakan Komunal Senilai Rp3 Miliar

"Khusus di wilayah Bengawan Jero, kebutuhan air baku disuplai dari long storage Bengawan Solo," katanya. 

Sementara itu, untuk tantangan utama pengelolaan sumber daya air adalah mengatur air saat musim hujan sekaligus memastikan ketersediaan ketika memasuki musim kemarau. Sehingga, mitigasi kekeringan terus diperkuat melalui pembangunan embung, revitalisasi waduk, dan pengembangan biopori sebagai bagian dari konservasi air.

Baca juga: Petani Magetan Beralih ke Palawija Imbas Waduk Gonggang Surut 7,5 Meter

Selain itu, juga ada upaya lain yang dilakukan oleh pemkab setempat bersama UPTD PSDA Karanggeneng menghadirkan inovasi SMART untuk meningkatkan kesiapsiagaan pengelolaan air dan infrastruktur, termasuk layanan pengaduan kerusakan dan bencana serta usulan rehabilitasi sungai dan waduk. lm-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru