Petani Magetan Beralih ke Palawija Imbas Waduk Gonggang Surut 7,5 Meter

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Belasan hektar lahan di waduk Gonggang akan ditanami pohon buah. SP/MGT
Belasan hektar lahan di waduk Gonggang akan ditanami pohon buah. SP/MGT

i

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Sejak Minggu (30/08/2026), muka air waduk tersebut telah turun sekitar 7,5 meter mengakibatkan sejumlah petani di Magetan, Jawa Timur kini beralih menanam palawija karena hanya membutuhkan lebih sedikit air. Pasalnya musim kemarau berdampak terhadap ketersediaan air di sejumlah sumber air di Kabupaten Magetan.

“Untuk tanaman memang sudah kita pola sampai dengan hari ini itu palawija. Artinya, mungkin palawija tinggal menunggu hari, ada beberapa yang panen,” ujar Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Magetan Yuli K. Iswahyudi, Selasa (01/09/2026).

Dan meski mengalami penurunan, ketersediaan air Waduk Gonggang diperkirakan masih mencukupi kebutuhan air bersih dan pertanian hingga September 2026. Namun, kondisi berbeda terjadi pada sejumlah embung yang tersebar di wilayah Kabupaten Magetan. Rata-rata volume air embung saat ini telah berada di bawah separuh kapasitas. Bahkan, beberapa embung telah mengalami kekeringan. 

“Kalau Waduk Gonggang itu sudah turun kurang lebih sampai dengan hari ini 7,5 meter. Jadi sampai dengan bulan September itu masih cukup untuk air bersih maupun petani,” ujarnya.

Pasalnya, tanaman padi masih bisa ditanam oleh petani yang memiliki sumber air alternatif, seperti sumur air tanah dalam atau berada di sekitar sumber air yang masih tersedia. Sehingga, penyesuaian pola tanam dilakukan dengan berkoordinasi bersama dinas yang membidangi pertanian.

Langkah tersebut dilakukan agar petani tidak mengalami kesulitan air ketika tanaman sudah memasuki masa pertumbuhan. Ia juga meminta petani di wilayah yang tidak memiliki cadangan air mencukupi untuk tidak memaksakan menanam padi. “Selebihnya karena ini El Nino kering, kita harapkan petani dengan bijak untuk menanam tanaman selain padi yang minim menggunakan air,” kata Yuli.

Sementara embung yang masih menyisakan air sudah tidak lagi digunakan petani untuk mengairi tanaman. Sebagian embung yang masih menyisakan air kini hanya dimanfaatkan untuk kegiatan seperti tempat pemancingan. Kondisi tersebut tidak terlepas dari penyesuaian pola tanam yang telah dilakukan petani sejak memasuki musim kemarau. mg-02/dsy

Berita Terbaru

Pemkot Madiun Mulai Perluasan Lahan Atau Incinerator Buntut TPA Winongo Overload

Pemkot Madiun Mulai Perluasan Lahan Atau Incinerator Buntut TPA Winongo Overload

Senin, 12 Okt 2026 11:52 WIB

Senin, 12 Okt 2026 11:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Menindaklanjuti kapasitas TPA Winongo yang semakin terbatas (overload), membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun mulai mencari jalan…

Ditarget Rampung 2027, Wali Kota Prioritaskan Anggaran Fasilitas Pendidikan Surabaya

Ditarget Rampung 2027, Wali Kota Prioritaskan Anggaran Fasilitas Pendidikan Surabaya

Senin, 12 Okt 2026 11:43 WIB

Senin, 12 Okt 2026 11:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti pembangunan sarana dan prasarana sekolah menyusul laporan kekurangan ruangan kelas di SDN Semolowaru IV Kota…

Pemkot Kediri Dorong Pembinaan dan Prestasi Olahraga Catur, Diikuti Ratusan Atlet

Pemkot Kediri Dorong Pembinaan dan Prestasi Olahraga Catur, Diikuti Ratusan Atlet

Senin, 12 Okt 2026 11:36 WIB

Senin, 12 Okt 2026 11:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Sebagai upaya dalam mendorong pembinaan atlet catur termasuk dengan turnamen untuk menguji kemampuan sekaligus meningkatkan prestasi…

Promosikan Wisata Pesisir, Pemkab Trenggalek Manfaatkan Jambore Komunitas Skuter

Promosikan Wisata Pesisir, Pemkab Trenggalek Manfaatkan Jambore Komunitas Skuter

Senin, 12 Okt 2026 11:07 WIB

Senin, 12 Okt 2026 11:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Guna mempromosikan destinasi wisata pesisir sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Usulkan Pembangunan Pos Jaga dan Palang Pintu KA, Pemkab Tulungagung Anggarkan Rp1,2 Miliar

Usulkan Pembangunan Pos Jaga dan Palang Pintu KA, Pemkab Tulungagung Anggarkan Rp1,2 Miliar

Senin, 12 Okt 2026 11:00 WIB

Senin, 12 Okt 2026 11:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Dalam rangka pembangunan pos jaga, palang pintu di empat perlintasan sebidang, serta perangkat pendukung di dalamnya, saat ini…

Dinas ESDM Diminta Tingkatkan Penertiban Tambang Sirtu di Sejumlah Titik

Dinas ESDM Diminta Tingkatkan Penertiban Tambang Sirtu di Sejumlah Titik

Senin, 12 Okt 2026 10:12 WIB

Senin, 12 Okt 2026 10:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Wara Sundari Renny Pramana, menekankan pentingnya penertiban pertambangan bermasalah di…