SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Sebagai upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama puncak kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur menyalurkan 31 ribu liter air bersih kepada 342 warga terdampak kekeringan di dua desa yang terdampak.
Sementara itu, diketahui untuk wilayah terdampak berada di Dukuh Dungus, Desa Karangpatihan, Kecamatan Pulung dan Dukuh Munggur, Desa Munggu, Kecamatan Bungkal. Sehingga, untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, BPBD bersama sejumlah mitra telah menyalurkan total 31 ribu liter air bersih ke wilayah terdampak.
Baca juga: Fenomena Karhutla Hanguskan 10 Hektare Hutan Perhutani di Bungkal Ponorogo
"Warga terdampak di Dukuh Dungus sebanyak 189 jiwa, sedangkan di Dukuh Munggur sebanyak 153 jiwa," ujar Kepala BPBD Ponorogo, Masun, Minggu (06/09/2026).
Baca juga: Waduk Bendo Ponorogo Mengering, Warga Mulai Tanami Jagung dan Kacang
Lebih lanjut, menurut Masun, distribusi air bersih di Desa Karangpatihan telah dilakukan sejak akhir Juli hingga 31 Agustus dengan total volume mencapai 18 ribu liter. Sementara itu, sebanyak 13 ribu liter air bersih telah disalurkan kepada warga Desa Munggu dalam periode yang sama.
Selain dua wilayah tersebut, BPBD juga menerima laporan potensi kekeringan dari sejumlah desa lain dan saat ini masih melakukan asesmen lapangan untuk menentukan bentuk penanganan yang diperlukan.
Baca juga: Tangani Masalahi Krisis Air Bersih, Pemkab Situbondo Bangun 6 Titik Sumur Bor
Masun menegaskan BPBD telah menyiapkan berbagai sarana pendukung, termasuk tandon dan jeriken, serta menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) setempat dan sejumlah pihak untuk mempercepat layanan kepada masyarakat terdampak. "Kami siap dari sisi sarana maupun distribusi agar kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi selama musim kemarau," ujarnya. pn-01/dsy
Editor : Redaksi